Harga emas global kembali turun

Selasa, 10 September 2013 - 17:14 WIB
Harga emas global kembali...
Harga emas global kembali turun
A A A
Sindonews.com - Harga emas dunia di hari kedua perdagangan pekan ini kembali jatuh, menanggapi langkah Rusia yang menyerukan Suriah untuk menyerahkan senjata kimia.

Bullion sempat mencapai angka tertinggi dalam tiga bulan sebesar USD1.433,83 per ounce pada 28 Agustus lalu, di tengah kekhawatiran serangan AS terhadap Suriah, atas dugaan penggunaan senjata kimia yang menewaskan warga sipil.

Rusia mengusulkan agar Suriah menyerahkan senjata kimia untuk mencegah serangan dan mereka menyambut baik gagasan tersebut.

Emas turun 18 persen tahun ini, karena beberapa investor kehilangan kepercayaan terhadap logam sebagai penyimpan nilai dan spekulasi Federal Reserve AS (Fed) yang akan mulai mengurangi stimulus.

Berdasarkan survei Bloomberg News, para pembuat kebijakan Fed diperkirakan akan memotong pembelian utang bulanan sebesar USD10 miliar pada pertemuan 17-18 September, walau angka pekerjaan AS bertambah sedikit.

"Karena ketegangan geopolitik memudar, harga emas diperkirakan akan turun. Penyempitan pelonggaran kuantitatif Fed juga menjadi perhatian. Di mana harga emas mungkin tetap di bawah tekanan," kata analis berbasis di Hyderabad, India, Karvy Comtrade Ltd, dalam laporannya, seperti dilansir dari Bloomberg.

Emas untuk pengiriman segera turun 0,8 persen menjadi USD1.375,71 per ounce pada 09.52 di London. Sementara bullion untuk pengiriman Desember turun 0,8 persen sebesar USD1.375 per ounce di Comex, New York .

Holdings pada produk yang diperdagangkan di bursa emas, mendukung turun 2,9 metrik ton kemarin menjadi 1.950,8 ton. Mereka telah menambah 3,9 ton sejak mencapai level terendah dalam tiga tahun pada 8 Agustus.

Perak untuk pengiriman segera turun 1,9 persen menjadi USD23,267 per ounce di London. Platinum kehilangan 0,3 persen menjadi USD1.478,62 per ounce. Palladium 0,3 persen lebih tinggi di USD688,84 per ounce. Harga sempat mencapai USD681,68 kemarin, level terendah sejak 8 Juli.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
19 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved