Rupiah melemah, UMKM dinilai tetap stabil
Rabu, 11 September 2013 - 16:22 WIB
Rupiah melemah, UMKM dinilai tetap stabil
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah mengklaim depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tidak berpengaruh terhadap kinerja sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Menteri Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Syarief Hasan mengatakan, kendati nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah, kinerja sektor UMKM dinilai tetap stabil. Sektor ini dinilai mampu bertahan di tengah himpitan kondisi perekonomian yang semakin memburuk.
“Efek pelemahan rupiah hanya terjadi pada UMKM yang menggunakan bahan baku impor. Sementara UMKM lainnya tidak terkena imbasnya,” jelas Syarif Hasan pada acara penyerahan pinjaman modal usaha dari Kadin di Jalan Surapati, Kota Bandung, Rabu (11/9/2013).
Apalagi, lanjut dia, dari jumlah UMKM di Indonesia sekitar 56,5 juta unit, sebagian besar bergerak pada sektor produksi. Dia memperkirakan, UMKM yang bergerak pada sektor produksi yang menggunakan bahan baku impor tak lebih dari 10 persen. Sementara sisanya menggunakan bahan baku lokal.
Beberapa sektor UMKM yang terkena dampak depresiasi rupiah di antaranya industri tahu/tempe, industri olahan tahu/tempe, garmen, dan industri TPT berskala kecil.
“Kalaupun ada, jumlahnya tidak terlalu banyak. Saya kira, mereka sudah paham atas tekanan ekonomi yang terjadi saat ini,” pungkas dia.
Menteri Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Syarief Hasan mengatakan, kendati nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah, kinerja sektor UMKM dinilai tetap stabil. Sektor ini dinilai mampu bertahan di tengah himpitan kondisi perekonomian yang semakin memburuk.
“Efek pelemahan rupiah hanya terjadi pada UMKM yang menggunakan bahan baku impor. Sementara UMKM lainnya tidak terkena imbasnya,” jelas Syarif Hasan pada acara penyerahan pinjaman modal usaha dari Kadin di Jalan Surapati, Kota Bandung, Rabu (11/9/2013).
Apalagi, lanjut dia, dari jumlah UMKM di Indonesia sekitar 56,5 juta unit, sebagian besar bergerak pada sektor produksi. Dia memperkirakan, UMKM yang bergerak pada sektor produksi yang menggunakan bahan baku impor tak lebih dari 10 persen. Sementara sisanya menggunakan bahan baku lokal.
Beberapa sektor UMKM yang terkena dampak depresiasi rupiah di antaranya industri tahu/tempe, industri olahan tahu/tempe, garmen, dan industri TPT berskala kecil.
“Kalaupun ada, jumlahnya tidak terlalu banyak. Saya kira, mereka sudah paham atas tekanan ekonomi yang terjadi saat ini,” pungkas dia.
(gpr)
Lihat Juga :