60 ribu buruh tekstil DKI dan Jabar terancam PHK

Kamis, 12 September 2013 - 10:19 WIB
60 ribu buruh tekstil...
60 ribu buruh tekstil DKI dan Jabar terancam PHK
A A A
Sindonews.com - Walaupun telah mendapatkan himbauan dari Menteri Perindustrian MS Hidayat bahwa industri tekstil padat karya tidak boleh melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawannya, namun Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudradjat tetap tidak bergeming dan akan melakukan PHK pada dua tahun ke depan.

Dia mennjelaskan, dalam dua tahun ke depan sudah ada 60 anggota API, dengan total buruh sebanyak 60 ribu telah memutuskan memberikan PHK dalam dua tahun ke depan.

Tetapi di satu sisi, Ade mengakui, PHK ini dilakukan bukan karena perusahaan tersebut gulung tikar atau pindah ke luar negeri, melainkan merelokasi pabriknya keluar wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat sebagai basis industri tekstil.

"Sebanyak 60 anggota kali 1.000 karyawan saja berapa tuh? Tapi kan bertahap selama dua tahun. Dan jangan lupa, ini kan relokasi namanya. Di sini PHK 1.000 orang per pabrik, tapi di tempat baru yang lebih besar mempekerjakan 2.000 orang per pabrik," ujarnya di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (11/9/2013).

Ade menambahkan, relokasi pabrik tersebut mayoritas dilakukan akibat Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI dan Jawa Barat yang terus meningkat, ditambah dengan lamanya akses logistik ke pelabuhan Tanjung Priok karena lalu lintas padat.

"Ditambah lagi masalah peraturan dan regulasi segala macam," imbuh Ade.

karena itu, dia meminta pemerintah untuk mengerti hal ini dan juga tidak perlu panik karena pada dasarnya rencana tersebut bukan mematikan usaha, namun hanya merelokasi pabrik ke tempat yang memiliki UMP lebih rendah.

Adapun kemungkinan provinsi yang dibidik untuk relokasi pabrik adalah Jawa Tengah lantaran memiliki UMP relatif lebih rendah.

"Kita kan di sini tutup tapi di sana buka lebih besar lagi. Jadi, buka pabriknya bukan di Vietnam dan Kamboja, tapi di Jateng," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
25 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
54 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
200 Ribu Orang di AS...
200 Ribu Orang di AS Terancam Jika Panas Naik 3 Derajat Celcius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved