Baru 30% UMKM yang mengakses perbankan
Jum'at, 13 September 2013 - 13:44 WIB
Baru 30% UMKM yang mengakses perbankan
A
A
A
Sindonews.com - Akses pembiayaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga saat ini masih minim. Akibatnya perkembangan UMKM pun tersendat.
Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring mengaku dari 56,4 juta UMKM di seluruh Indonesia, baru 30 persen yang mengakses pembiayaan perbankan. Sisanya, masih belum tersentuh.
Menurut dia, dari jumlah tersebut sebanyak 76,1 persen mengakses kredit bank dan 23,1 persen mengakses nonbank termasuk usaha simpan pinjam seperti koperasi.
"Persoalan tidak adanya jaminan menjadi salah satu persoalan UMKM sulit mengakses kredit perbankan. Padahal, mereka perlu untuk pengembangan usaha," jelas Meliadi, Jumat (13/9/2013).
Selain itu, sebagian besar UMKM juga belum bankable dan belum bisa memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Melihat persoalan tersebut, pemerintah terus berupaya meningkatkan akses pembiayaan bagi UKMKM.
Selain KCR, LPDM, pemerintah juga terus meningkatkan penetrasi kredit usaha rakyat (KUR). Outstanding KUR saat ini mencapai Rp123,3 triliun yang mengcover 9,1 juta debitur.
Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring mengaku dari 56,4 juta UMKM di seluruh Indonesia, baru 30 persen yang mengakses pembiayaan perbankan. Sisanya, masih belum tersentuh.
Menurut dia, dari jumlah tersebut sebanyak 76,1 persen mengakses kredit bank dan 23,1 persen mengakses nonbank termasuk usaha simpan pinjam seperti koperasi.
"Persoalan tidak adanya jaminan menjadi salah satu persoalan UMKM sulit mengakses kredit perbankan. Padahal, mereka perlu untuk pengembangan usaha," jelas Meliadi, Jumat (13/9/2013).
Selain itu, sebagian besar UMKM juga belum bankable dan belum bisa memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Melihat persoalan tersebut, pemerintah terus berupaya meningkatkan akses pembiayaan bagi UKMKM.
Selain KCR, LPDM, pemerintah juga terus meningkatkan penetrasi kredit usaha rakyat (KUR). Outstanding KUR saat ini mencapai Rp123,3 triliun yang mengcover 9,1 juta debitur.
(izz)
Lihat Juga :