Penjualan ritel dan inflasi perlambat ekonomi AS
Sabtu, 14 September 2013 - 13:57 WIB
Penjualan ritel dan inflasi perlambat ekonomi AS
A
A
A
Sindonews.com - Kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) pada awal September surut dan penjualan ritel hanya naik moderat pada Agustus, meskipun terjadi permintaan kuat untuk mobil dan barang-barang besar. Hal ini menjadi indikasi terbaru pertumbuhan ekonomi AS melambat pada kuartal ketiga.
Kurangnya momentum dalam perekonomian ditegaskan data lain pada Jumat (13/9/2013), yang menunjukkan peningkatan energi, dipimpin harga grosir bulan lalu, namun tekanan inflasi terkendali. Tanda-tanda permintaan domestik yang lembut tidak akan mencegah Federal Reserve (Fed) memulai pemotongan program pembelian obligasi awal pekan depan.
"Permintaan mungkin cukup baik untuk memacu Fed melancipkan pembelian aset minggu depan," kata Sal Guatieri, ekonom senior BMO Capital Markets, Toronto, seperti dilansir dari Khaleej Times, Sabtu (14/9/2013).
The Thomson Reuters/University of Michigan dalam pembacaan awal mencatat keseluruhan indeks sentimen konsumen jatuh ke 76,8 poin pada September, terendah sejak April. Keyakinan jatuh di tengah kekhawatiran atas tingkat suku bunga yang tinggi.
Sementara penjualan ritel naik 0,2 persen pada bulan lalu, di mana orang Amerika membeli mobil, furnitur dan elektronik serta peralatan (Departemen Perdagangan mengatakan dalam sebuah laporan terpisah). Penjualan ritel yang menyumbang sekitar 30 persen dari belanja konsumen masih tumbuh untuk bulan kelima berturut-turut.
Pengupasan penjualan mobil, bensin dan bahan bangunan, yang disebut penjualan inti naik 0,2 persen setelah meningkat 0,5 persen pada Juli. Penjualan inti paling dekat dengan komponen belanja konsumen dari produk domestik bruto. Meskipun penjualan inti sedikit melambat pada Juli, kenaikan rata-rata bulanan pada kuartal kedua ini sebesar 0,2 persen.
Dalam laporan terpisah, Departemen Tenaga Kerja mengatakan indeks harga produsen disesuaikan musiman meningkat 0,3 persen, setelah stagnan pada Juli. Ekonom telah memperkirakan harga yang diterima peternak, pabrik dan kilang naik 0,2 persen pada Agustus.
Sementara dalam 12 bulan hingga Agustus, harga grosir naik 1,4 persen setelah maju 2,1 persen pada Juli. Kenaikan Agustus adalah yang terkecil sejak April .
Harga grosir tidak termasuk volatile food dan energi tidak berubah setelah naik selama sembilan bulan berturut-turut. Dalam 12 bulan hingga Agustus, yang disebut PPI inti, meningkat 1,1 persen setelah naik 1,2 persen pada Juli. Kenaikan bulan lalu adalah yang terkecil sejak Juni 2010 .
Melemahnya permintaan dan latar belakang inflasi yang jinak tidak akan menghentikan rencana Fed mengurangi pembelian obligasi USD85 miliar per bulan dalam upaya mempertahankan suku bunga rendah.
Kurangnya momentum dalam perekonomian ditegaskan data lain pada Jumat (13/9/2013), yang menunjukkan peningkatan energi, dipimpin harga grosir bulan lalu, namun tekanan inflasi terkendali. Tanda-tanda permintaan domestik yang lembut tidak akan mencegah Federal Reserve (Fed) memulai pemotongan program pembelian obligasi awal pekan depan.
"Permintaan mungkin cukup baik untuk memacu Fed melancipkan pembelian aset minggu depan," kata Sal Guatieri, ekonom senior BMO Capital Markets, Toronto, seperti dilansir dari Khaleej Times, Sabtu (14/9/2013).
The Thomson Reuters/University of Michigan dalam pembacaan awal mencatat keseluruhan indeks sentimen konsumen jatuh ke 76,8 poin pada September, terendah sejak April. Keyakinan jatuh di tengah kekhawatiran atas tingkat suku bunga yang tinggi.
Sementara penjualan ritel naik 0,2 persen pada bulan lalu, di mana orang Amerika membeli mobil, furnitur dan elektronik serta peralatan (Departemen Perdagangan mengatakan dalam sebuah laporan terpisah). Penjualan ritel yang menyumbang sekitar 30 persen dari belanja konsumen masih tumbuh untuk bulan kelima berturut-turut.
Pengupasan penjualan mobil, bensin dan bahan bangunan, yang disebut penjualan inti naik 0,2 persen setelah meningkat 0,5 persen pada Juli. Penjualan inti paling dekat dengan komponen belanja konsumen dari produk domestik bruto. Meskipun penjualan inti sedikit melambat pada Juli, kenaikan rata-rata bulanan pada kuartal kedua ini sebesar 0,2 persen.
Dalam laporan terpisah, Departemen Tenaga Kerja mengatakan indeks harga produsen disesuaikan musiman meningkat 0,3 persen, setelah stagnan pada Juli. Ekonom telah memperkirakan harga yang diterima peternak, pabrik dan kilang naik 0,2 persen pada Agustus.
Sementara dalam 12 bulan hingga Agustus, harga grosir naik 1,4 persen setelah maju 2,1 persen pada Juli. Kenaikan Agustus adalah yang terkecil sejak April .
Harga grosir tidak termasuk volatile food dan energi tidak berubah setelah naik selama sembilan bulan berturut-turut. Dalam 12 bulan hingga Agustus, yang disebut PPI inti, meningkat 1,1 persen setelah naik 1,2 persen pada Juli. Kenaikan bulan lalu adalah yang terkecil sejak Juni 2010 .
Melemahnya permintaan dan latar belakang inflasi yang jinak tidak akan menghentikan rencana Fed mengurangi pembelian obligasi USD85 miliar per bulan dalam upaya mempertahankan suku bunga rendah.
(dmd)
Lihat Juga :