IHSG diproyeksi akan bertahan di zona merah

Rabu, 18 September 2013 - 08:42 WIB
IHSG diproyeksi akan...
IHSG diproyeksi akan bertahan di zona merah
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan kembali bergerak negatif di zona merah setelah terimbas pelemahan indeks Asia serta tekanan aksi profit taking pada perdagangan Selasa.

"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.372-4.489 dan resistance 4.538-4.541," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (18/9/2013).

Meski terkena profit taking hingga berada di bawah target support 4.489, namun IHSG berhasil kembali naik walau belum mendekati target resisten 4.538.

"Pelemahan ini wajar terjadi setelah lompatan signifikan IHSG dan adanya aksi menahan diri. Utang gap 4.536-4.568 belum lunas. Diharapkan pelemahan lanjutan yang terjadi bisa terbatas, sehingga IHSG tidak merubah tren kenaikannya," ujar dia.

Setelah sehari sebelumnya laju IHSG mampu terbang hingga kembali meninggalkan utang gap 4.376-4.403, pada perdagangan Selasa, IHSG terkena profit taking sehingga kembali ke zona merah setelah terimbas pelemahan bursa saham Asia.

Tampaknya sentimen jelang sidang FOMC turut menguncang IHSG untuk dapat melanjutkan laju positifnya, sehingga IHSG harus rela kembali ke zona merah.

"Sepanjang perdagangan kemerin, IHSG menyentuh level 4.536,93 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.479,30 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.517,62," papar dia.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Meski sebelumnya bursa saham Asia menguat setelah terimbas pemberitaan pengunduran diri calon Gubernur The Fed, Lawrence Summers, yang dianggap sedikit radikal dalam menurunkan stimulusnya, kali ini sikap wait dan see pelaku pasar jelang diadakannya rapat FOMC The Fed membuat beberapa laju bursa saham Asia berbalik melemah.

Pelaku pasar memanfaatkan ekspektasi hasil rapat tersebut untuk profitisasi. Padahal pelaku pasar sedikit mengetahui bahwa pengurangan stimulus akan dilakukan bertahap, namun lebih memilih untuk wait and see.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
IHSG Bertahan Menghijau,...
IHSG Bertahan Menghijau, Melesat 48 Poin di Akhir Sesi
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved