Menpera: DAK untuk tingkatkan ketersediaan rumah baru

Rabu, 25 September 2013 - 09:55 WIB
Menpera: DAK untuk tingkatkan...
Menpera: DAK untuk tingkatkan ketersediaan rumah baru
A A A
Sindonews.com - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz dalam paparannya kepada Komisi V DPR RI mengatakan bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memiliki tujuan untuk meningkatkan ketersediaan rumah baru.

"Yang dimaksud dengan ketersediaan rumah baru adalah rumah yang layak huni dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di dalam perumahan dan kawasan permukiman yang didukung oleh prasarana, sarana dan utilitas yang memadai," ujar Djan dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (25/9/2013).

Djan juga mengatakan bahwa ada lima komponen kegiatan yang dibiayai dari DAK PKP, yaitu air minum berupa prasarana dan sarana air minum; air limbah berupa septic tank komunal; persampahan berupa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST); jaringan distribusi listrik, berupa trafo, tiang dan kabel distribusi listrik dari sumber PLN dan sumber alternatif; penerangan jalan umum (PJU), berupa trafo, tiang, lampu, dan kabel listrik dari sumber PLN dan sumber alternatif.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa penentuan lokasi daerah penerima DAK, sesuai PP Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, Pasal 54, harus memenuhi kriteria umum, kriteria khusus, dan kriteria teknis.

"Kriteria umum dan kriteria khusus, dirumuskan melalui Indeks Fiskal Netto dan Indeks Kewilayahan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dengan mempertimbangkan masukan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional dan menteri/pimpinan lembaga terkait," terangnya.

Sementara tugas Kemenpera di sini adalah menetapkan kriteria teknis untuk disampaikan kepada menteri keuangan sebagai dasar untuk merumuskan indeks teknis.

Dalam rapat kerja yang dimaksud, anggota Komisi V DPR RI Sadarestuwati meminta penjelasan rinci mengenai DAK. "Saya ingin tahu lebih rinci terkait dana DAK, apakah lokasi yang akan menerima DAK merupakan usulan dari daerah atau diisi dari Kementerian yang bersangkutan. Dalam hal ini, Komisi V memang memiliki kewajiban untuk membahas DAK dan saya kira beban yang dipikul DPR dalam pengesahan DAK jauh lebih berat. Karena itu, saya mengimbau kementerian untuk bisa lebih memprioritaskan daerah miskin," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi V DPR RI yang baru, Michael Wattimena. Dia mengatakan bahwa pemerintah harus memberi ruang pada daerah baru.

"Ada daerah terluar, terbelakang dan termiskin dan itu perlu untuk diinventarisasi. Pemberian DAK tidak didasarkan kepada upeti yang diberikan. Jangan sampai ada pertanyaan daerah yang fiskalnya besar dapat DAK yang besar dan daerah yang fiskalnya rendah DAK-nya kecil," tutur Wattimena.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNS Pensiun dan Ahli...
PNS Pensiun dan Ahli Waris Siap-siap! BP Tapera Akan Kembalikan Dana Taperum
Menteri Basuki Minta...
Menteri Basuki Minta Jangan Tutupi Hak Konsumen Saat Beli Rumah
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan 380.376 Unit di 2021
PUPR Bangun Fasilitas...
PUPR Bangun Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Pasca Bencana Gempa Sulteng
Percepat Pembangunan...
Percepat Pembangunan SPAM Djuanda, Kementerian PUPR Beri Waktu 2 Minggu Prakualifikasi Lelang
Ini Dua Ruas Jalan Tol...
Ini Dua Ruas Jalan Tol yang Siap Dioperasikan Pemerintah
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
50 menit yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
1 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
1 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
2 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
2 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved