2014, Pemerintah akan ajukan subsidi BBM Rp194,9 T
Rabu, 25 September 2013 - 13:24 WIB
2014, Pemerintah akan ajukan subsidi BBM Rp194,9 T
A
A
A
Sindonews.com - Walaupun menargetkan penurunan dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), pemerintah masih memastikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp194,9 triliun pada asumsi makro sementara RAPBN 2014.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro mengatakan, walaupun angka subsidi tersebut masih cukup besar, namun secara keseluruhan semenjak RAPBN 2012 angka subsidi BBM telah mengalami penurunan signifikan.
"Memang angka tersebut masih jauh lebih tinggi apabila dibandingkan RAPBN 2008 sebesar Rp139 triliun. Tetapi apabila dibandingkan RAPBN 2012 dan RAPBNP 2013 sebesar Rp211,9 triliun dan Rp199,9 triliun, maka dalam RAPBN 2014 telah mengalami penurunan," jelas Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/9/2013).
Sedangkan volume BBM subsidi pada 2014 terdiri dari Premium dan Bahan Bakar Nabati sebesar 50,5 juta kiloliter, Solar sebesar 32,9 juta kiloliter, dan minyak tanah sebesar 1,1 juta kiloliter.
"Angka dan volume subsidi BBM ini masih dipengaruhi oleh harga ICP, kurs rupiah, dan harga minyak internasional," sambung Bambang.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro mengatakan, walaupun angka subsidi tersebut masih cukup besar, namun secara keseluruhan semenjak RAPBN 2012 angka subsidi BBM telah mengalami penurunan signifikan.
"Memang angka tersebut masih jauh lebih tinggi apabila dibandingkan RAPBN 2008 sebesar Rp139 triliun. Tetapi apabila dibandingkan RAPBN 2012 dan RAPBNP 2013 sebesar Rp211,9 triliun dan Rp199,9 triliun, maka dalam RAPBN 2014 telah mengalami penurunan," jelas Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/9/2013).
Sedangkan volume BBM subsidi pada 2014 terdiri dari Premium dan Bahan Bakar Nabati sebesar 50,5 juta kiloliter, Solar sebesar 32,9 juta kiloliter, dan minyak tanah sebesar 1,1 juta kiloliter.
"Angka dan volume subsidi BBM ini masih dipengaruhi oleh harga ICP, kurs rupiah, dan harga minyak internasional," sambung Bambang.
(gpr)
Lihat Juga :