Serap kedelai lokal, Bulog Sulsel siapkan Rp7 M
Minggu, 20 Oktober 2013 - 15:46 WIB
Serap kedelai lokal, Bulog Sulsel siapkan Rp7 M
A
A
A
Sindonews.com - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre VII Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar) siap menyerap kedelai lokal dari petani di sejumlah daerah sentra.
Kepala Bulog Divre VII, Tommy S Sikado mengatakan, pembelian akan dimulai pada November mendatang saat panen kedelai dilakukan. Pihak Bulog sudah menyediakan anggaran sebesar Rp7,4 miliar untuk menyerap 1.000 ton kedelai.
"Kami melakukan penyerapan untuk menghindari tengkulak ditingkat petani. Karena Bulog salah satu tugasnya adalah badan penyangga," ungkap Tommi kepada sejumlah media di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.
Semengtara, daerah sentra di Sulsel mencakup Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo. Bulog sendiri memiliki 54 gudang yang tersebar diberbagai daerah untuk menampung hasil panen petani.
Tommi memastikan, pemerintah akan melakukan pembelian sesuai dengan harga pembelian yang ditetapkan pemerintah yakni Rp7.400 per kilogram (kg). Jika petani mendapatkan nilai beli pasar, maka pihaknya mempersilakan petani menjual langsung ke produsen.
Nanti kedelai-kedelai ini, lanjut dia akan disalurkan ke perajin tahu dan tempe yang 80 persennya ada di Kota Makassar. Dalam hal penyaluran, Bulog bekerja sama dengan kelompok koperasi perajin tahu tempe ini.
"Untuk menjaga agar harga tetap stabil maka yang paling penting adalah mengetahui berapa besar kebutuhan dan suplai, sehingga jelas berapa kebutuhan masyarakat dan bagaimana intervensi pemerintah. Selama ini kami belum memiliki data itu," pungkasnya.
Kepala Bulog Divre VII, Tommy S Sikado mengatakan, pembelian akan dimulai pada November mendatang saat panen kedelai dilakukan. Pihak Bulog sudah menyediakan anggaran sebesar Rp7,4 miliar untuk menyerap 1.000 ton kedelai.
"Kami melakukan penyerapan untuk menghindari tengkulak ditingkat petani. Karena Bulog salah satu tugasnya adalah badan penyangga," ungkap Tommi kepada sejumlah media di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.
Semengtara, daerah sentra di Sulsel mencakup Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo. Bulog sendiri memiliki 54 gudang yang tersebar diberbagai daerah untuk menampung hasil panen petani.
Tommi memastikan, pemerintah akan melakukan pembelian sesuai dengan harga pembelian yang ditetapkan pemerintah yakni Rp7.400 per kilogram (kg). Jika petani mendapatkan nilai beli pasar, maka pihaknya mempersilakan petani menjual langsung ke produsen.
Nanti kedelai-kedelai ini, lanjut dia akan disalurkan ke perajin tahu dan tempe yang 80 persennya ada di Kota Makassar. Dalam hal penyaluran, Bulog bekerja sama dengan kelompok koperasi perajin tahu tempe ini.
"Untuk menjaga agar harga tetap stabil maka yang paling penting adalah mengetahui berapa besar kebutuhan dan suplai, sehingga jelas berapa kebutuhan masyarakat dan bagaimana intervensi pemerintah. Selama ini kami belum memiliki data itu," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :