Proyek konstruksi luar negeri tetap merujuk UU
Kamis, 24 Oktober 2013 - 13:48 WIB
Proyek konstruksi luar negeri tetap merujuk UU
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Pusat Pembinaan Sumber Daya Investasi, Mochammad Natsir mengatakan, untuk proyek-proyek konstruksi luar negeri akan tetap merujuk dengan undang-undang (UU) yang berlaku.
"Proyek luar negeri tetap berjalan dan kita akan menggunakan apa yang diperbolehkan oleh undang-undang dan yang belum dilakukan yaitu national interest," ungkap Natsir di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (24/10/2013).
Natsir menambahkan, jika nanti national interest disahkan untuk proyek luar negeri dan mendapatkan dukungan dari pemerintah, maka risiko pinjaman bisa ditanggung pemerintah. Dengan begitu, lanjutnya, interest rate akan turun lagi.
Hal ini juga didukung dengan rencana pembentukan Bank Konstruksi, bank yang akan menyediakan segala bahan di sektor konstruksi sekaligus dapat mengestimasi resiko yang pas.
"Bank konstruksi masih dalam tahap diskusi atau penjajakan terutama soal risiko-risiko yang muncul dari Bank Konstruksi ini," jelasnya.
Penjajakannya sendiri sudah sampai tahap Menteri Keuangan, LPII, dan juga para bank komersial yang sangat mendukung rencana bank konstruksi tersebut.
"Proyek luar negeri tetap berjalan dan kita akan menggunakan apa yang diperbolehkan oleh undang-undang dan yang belum dilakukan yaitu national interest," ungkap Natsir di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (24/10/2013).
Natsir menambahkan, jika nanti national interest disahkan untuk proyek luar negeri dan mendapatkan dukungan dari pemerintah, maka risiko pinjaman bisa ditanggung pemerintah. Dengan begitu, lanjutnya, interest rate akan turun lagi.
Hal ini juga didukung dengan rencana pembentukan Bank Konstruksi, bank yang akan menyediakan segala bahan di sektor konstruksi sekaligus dapat mengestimasi resiko yang pas.
"Bank konstruksi masih dalam tahap diskusi atau penjajakan terutama soal risiko-risiko yang muncul dari Bank Konstruksi ini," jelasnya.
Penjajakannya sendiri sudah sampai tahap Menteri Keuangan, LPII, dan juga para bank komersial yang sangat mendukung rencana bank konstruksi tersebut.
(gpr)
Lihat Juga :