Produksi gas terhambat ketersediaan infrastruktur

Kamis, 24 Oktober 2013 - 14:48 WIB
Produksi gas terhambat...
Produksi gas terhambat ketersediaan infrastruktur
A A A
Sindonews.com - Peningkatan produksi gas bumi terhambat lantaran ketiadaan pipa transmisi maupun distribusi yang mengalirkannya ke konsumen.

Anggota Komisi VII DPR, Dito Ganinduto menilai, produksi gas di hulu akan mudah disalurkan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) ke pemakai seperti industri dan pembangkit listrik, jika pipa transmisi dan distribusinya sudah terbangun.

Untuk itu, Indonesia membutuhkan banyak jaringan pipa gas. Namun, hingga kini tidak ada kemajuan berarti. "Sejauh ini, panjang pipa itu-itu saja," kata Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar itu, di Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Padahal, kata dia, potensi peningkatan produksi gas bumi khususnya untuk memenuhi kebutuhan domestik baik pembangkit listrik, pupuk, maupun industri masih cukup besar.

Sementara, Wakil Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro juga mengatakan, produksi gas menghadapi kendala keterbatasan pipa dan terminal penerima gas alam cair (LNG). Dia menilai, pengembangan insfrastruktur gas belum dilakukan dengan serius, sehingga produksi gas menjadi tidak maksimal.

"Permasalahan dan juga bagaimana solusinya sebenarnya sudah diketahui. Hanya saja, pemerintah tidak punya niat untuk menyelesaikan masalah dengan sungguh-sungguh," ujarnya.

Seharusnya, jika sudah ada niat dan kesungguhan pemerintah, maka permasalahan teknis dan pembiayaan akan lebih mudah.

Dito menambahkan, infrastruktur gas juga diperlukan mengingat sumber gas yang melimpah lokasinya berjauhan dengan pasar, seperti industri, pupuk, dan pembangkit listrik. Sumber gas sebagian besar berada di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

Sementara, pasar gas berada di Jawa. Karena itu, dia menegaskan, infrastruktur merupakan kunci peningkatan produksi gas sekaligus pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan domestik. "Tanpa infrastruktur, gas tidak bisa tersalurkan. Pada akhirnya, menghambat peningkatan produksi," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, alokasi gas ke pasar domestik sebenarnya dari tahun ke tahun terus meningkat. "Namun menjadi tidak maksimal karena ketiadaan infrastruktur gas," ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, sejak 2003, penyaluran gas ke domestik telah meningkat lebih dari 250 persen. Pada 2003, penyaluran gas ke domestik baru 1.480 billion british thermal unit (bbtud), namun di 2012 menjadi 3.550 bbtud. Sebaliknya, pasokan ke pasar ekspor pada 2003 tercatat 4.397 bbtud dan 2012 turun menjadi 3.692 bbtud.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
Lifting Migas Kuartal...
Lifting Migas Kuartal I 2022 Masih di Bawah Target, Ini Kendalanya
Lifting Migas RI 2023...
Lifting Migas RI 2023 Belum Capai Target, SKK Migas Ungkap Biang Keroknya
Target Lifting Migas...
Target Lifting Migas 2024 Turun, SKK Migas Sebut Lebih Realistis
Potensi Migas di Jabanusa...
Potensi Migas di Jabanusa Masih Tinggi, Siap Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Hemat Devisa USD14 M...
Hemat Devisa USD14 M per Tahun, RI Uber Target Produksi Minyak 1 Juta BOPD
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
4 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
Netanyahu Klaim Serangan...
Netanyahu Klaim Serangan Israel Melumpuhkan Produksi Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved