UMK Makassar 2014 diumumkan awal November

Sabtu, 26 Oktober 2013 - 17:47 WIB
UMK Makassar 2014 diumumkan...
UMK Makassar 2014 diumumkan awal November
A A A
Sindonews.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemkot Makassar, Andi Bukti Djufrie mengemukakan, survei kebutuhan hidup layak (KHL) tahap III telah dilaksanakan pada awal Oktober ini. Adapun pengumuman upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2014 akan dilakukan pada 6 November mendatang.

Hanya saja hasilnya belum direkapitulasi dari KHL setiap lokasi survei, yakni Pasar Terong, Toddopuli, Daya, Pa’baeng-baeng, Sentral. “Sudah selesai, tinggal disatukan angka dari lima pasar yang disurvei. Pleno penetapan KHL dilaksanakan 6 November, sekaligus penetapan UMK Makassar 2014,” ujarnya, Sabtu (26/10/2013).

Bukti mengatakan, upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2014 paling rendah sama dengan nilai KHL yang akan ditetapkan dalam pleno 6 November. “Standar penentuan UMK mengacu pada KHL,” jelasnya.

Menurut dia, pelaksanaan survei KHL dibagi lima tim. Setiap tim melakukan pendataan pada di satu pasar tradisonal. Tim survei KHL terdiri atas gabungan serikat pekerja, asosiasi pengusaha, dan pemerintah.

Diketahui, dasar penetapan UMK Makassar 2013 sebesar Rp1,5 juta adalah hasil survei KHL yang dilaksanakan 2012 sebesar Rp1.360.000. Bahkan, UMK Makassar 2013 naik sekitar 35 persen dibandingkan UMK 2012 yang hanya Rp1,2 juta.

UMK diperkirakan naik sekitar 20 persen dari Rp1,5 juta tahun ini. Nilai UMK biasanya ditetapkan di atas kebutuhan hidup layak (KHL).

Berdasarkan hasil survei tahap II Juni 2013, KHL di Makassar sebesar Rp1.636.000. Angka tersebut meningkat sekitar 10 persen dibanding hasil survei KHL tahap I yang dilaksanakan April sebesar Rp1.520.000. Sedangkan, survei KHL tahap III diperkirakan diatas Rp1,7 juta.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
9 menit yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
9 menit yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
28 menit yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
46 menit yang lalu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
1 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved