Aksi beli melambat, IHSG berpeluang naik

Senin, 28 Oktober 2013 - 08:13 WIB
Aksi beli melambat,...
Aksi beli melambat, IHSG berpeluang naik
A A A
Sindonews.com - Merujuk kenaikan Dow Jones pada perdagangan sepanjang pekan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan ketularan penguatan tersebut dan akan tercermin dari lajunya pada perdagangan awal pekan ini.

"Senin IHSG berpeluang naik didorong naiknya Dow Jones," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Senin (28/10/2013).

Meskipun penguatan IHSG didukung oleh pergerakannya secara teknikal, namun tampak akan sedikit terganggu lantaran adanya indikasi perlambatan aksi beli pada perdagangan hari ini.

"Rentang IHSG 4.564-4.621. Pola bullish harami cross terbentuk atas IHSG mengindikasikan perlambatan aksi beli," papar Edwin.

Dari luar negeri, setelah Jumat lalu Dow Jones ditutup naik 61,07 poin (0,39 persen) diiringi penurunan The Vix 0,83 persen, sehingga dengan kenaikan tersebut selama satu minggu, Dow Jones naik 170,63 poin (1,11 persen).

Penguatan ini didorong sejumlah faktor, seperti pertumbuhan laba bersih dan pendapatan UPS, Microsoft dan Amazon.com dan didorong naiknya durable goods order bulan September sebesar 3,7 persen serta wholessale inventories bulan Augustus sebesar 0,5 persen, dimana kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak bulan Januari.

Selain itu, kenaikan Dow Jones terjadi di tengah turunnya consumer sentiment bulan Oktober ke level 73,2 atau turun terendah sejak Desember 2012 dan lebih rendah dibandingkan konsensus ekonom di level 75,0

Selain Apple, Facebook serta FOMC Meeting data LK Q3/2013 dan ekonomi yang perlu diperhatikan minggu ini, seperti BP, Deutsche Bank, Pfizer, UBS, Barclays, Comcast, GM, Visa, ConocoPhillips, ExxonMobil, Starbucks, AIG, Chevron serta industrial production, pending home sales, PPI, retail sales, consumer confidence, CPI, PMI manufacturing index & ISM manufacturing index.

Sekitar 243 dari 500 emiten dalam Indeks S&P 500 yang telah merilis laba bersih LK Q3/2013, 68 persen diantaranya mengalahkan estimasi laba bersih awal analis atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata 63 persen sejak tahun 1994.

Saat ini, analis memperkirakan laba bersih tumbuh rata-rata 4,2 persen dengan asumsi sisanya setara kejadian di atas, tetapi masih di bawah ekspektasi 1 Juli 2013 sebesar 8,5 persen.

Sedangkan untuk pendapatan, 54 persen diantaranya mengalahkan estimasi pendapatan awal analis atau lebih rendah dibandingkan rata-rata 61 persen sejak 2002.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siap Keluar dari Konsolidasi...
Siap Keluar dari Konsolidasi Wajar, IHSG Diprediksi Menguat
Pasar Modal Kembali...
Pasar Modal Kembali ke 5.000 dari Titik Terendah, Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Ada Libur Panjang, Gerak...
Ada Libur Panjang, Gerak IHSG Pekan Ini Bakal Terbatas
IHSG Diprediksi Bakal...
IHSG Diprediksi Bakal Menguat, Simak Nih 6 Saham Ini
IHSG Diprediksi Reli,...
IHSG Diprediksi Reli, Mainkan 6 Saham Berikut Ini
Masih Betah Konsolidasi...
Masih Betah Konsolidasi Wajar, Gerak IHSG Diprediksi Terbatas
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
5 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
5 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
5 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
6 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
6 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
6 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved