IHSG mencoba bertahan dalam tren positif
Senin, 28 Oktober 2013 - 08:23 WIB
IHSG mencoba bertahan dalam tren positif
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini tengah mencoba bertahan di tren penguatan meski terdapat sinyal akan adanya pelemahan.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.543-4.569 dan resistance 4.607-4.615. IHSG mencoba bertahan dalam tren kenaikannya meski mulai ada sinyal pelemahan," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (28/10/2013).
Menurut Reza, laju IHSG diperkirakan akan berada di kisaran target support dan resisten (4.542-4.612), sehingga membuat IHSG berada di persimpangan jalan dan akan bergerak variatif.
"Selama IHSG tidak langsung dimanfaatkan untuk aksi ambil untung secara masif, maka IHSG masih ada peluang melanjutkan kenaikan," sambung Reza.
Menilik pergerakan IHSG selama sepekan kemarin, tampak lajunya IHSG mengalami kenaikan tipis yang hanya tercatat 26,66 poin (0,59 persen) atau lebih rendah dari pekan sebelumnya yang menguat 130,57 poin (2,97 persen).
Kenaikan ini juga dirasakan bagi indeks utama lainnya, dimana penguatan tertinggi dialami ISSI yang naik 1,05 persen diikuti indeks JII dan LQ45 yang masing-masing naik 1,05 persen dan 0,58 persen.
Di sisi lain, laju indeks sektoral justru bergerak variatif dimana indeks perkebunan, konsumer, keuangan mengalami pelemahan masing-masing 0,43 persen, 0,27 persen dan 0,16 persen. Sementara kenaikan dipimpin indeks industri dasar yang menguat 3,04 persen, dan indeks sektoral lainnya.
Dengan kondisi tersebut, menurut Reza, pergerakan teknikal mingguan masih mempertahankan tren kenaikan jangka pendek menengahnya. Namun, dengan mulai adanya aksi ambil untung dapat membuat laju IHSG tertahan.
"Untuk itu, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Cermati sektor konsumer, perbankan, manufaktur, perdagangan dan properti," sebut dia.
Untuk pekan depan, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen, antara lain consumer confidence, business confidence dan retail sales Korea Selatan, retail sales, household spending, industrial production.
Ada juga data unemployment rate Jepang, business confidence Italia, inflation rate Jerman, retail sales dan GDP Spanyol, mortgage approvals Inggris, consumer confidence Perancis, consumer confidence dan business confidence zona Eropa, industrial production, retail sales, redbook, CB consumer confidence, ADP employment change, pending home sales AS dan lainnya.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.543-4.569 dan resistance 4.607-4.615. IHSG mencoba bertahan dalam tren kenaikannya meski mulai ada sinyal pelemahan," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (28/10/2013).
Menurut Reza, laju IHSG diperkirakan akan berada di kisaran target support dan resisten (4.542-4.612), sehingga membuat IHSG berada di persimpangan jalan dan akan bergerak variatif.
"Selama IHSG tidak langsung dimanfaatkan untuk aksi ambil untung secara masif, maka IHSG masih ada peluang melanjutkan kenaikan," sambung Reza.
Menilik pergerakan IHSG selama sepekan kemarin, tampak lajunya IHSG mengalami kenaikan tipis yang hanya tercatat 26,66 poin (0,59 persen) atau lebih rendah dari pekan sebelumnya yang menguat 130,57 poin (2,97 persen).
Kenaikan ini juga dirasakan bagi indeks utama lainnya, dimana penguatan tertinggi dialami ISSI yang naik 1,05 persen diikuti indeks JII dan LQ45 yang masing-masing naik 1,05 persen dan 0,58 persen.
Di sisi lain, laju indeks sektoral justru bergerak variatif dimana indeks perkebunan, konsumer, keuangan mengalami pelemahan masing-masing 0,43 persen, 0,27 persen dan 0,16 persen. Sementara kenaikan dipimpin indeks industri dasar yang menguat 3,04 persen, dan indeks sektoral lainnya.
Dengan kondisi tersebut, menurut Reza, pergerakan teknikal mingguan masih mempertahankan tren kenaikan jangka pendek menengahnya. Namun, dengan mulai adanya aksi ambil untung dapat membuat laju IHSG tertahan.
"Untuk itu, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Cermati sektor konsumer, perbankan, manufaktur, perdagangan dan properti," sebut dia.
Untuk pekan depan, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen, antara lain consumer confidence, business confidence dan retail sales Korea Selatan, retail sales, household spending, industrial production.
Ada juga data unemployment rate Jepang, business confidence Italia, inflation rate Jerman, retail sales dan GDP Spanyol, mortgage approvals Inggris, consumer confidence Perancis, consumer confidence dan business confidence zona Eropa, industrial production, retail sales, redbook, CB consumer confidence, ADP employment change, pending home sales AS dan lainnya.
(rna)
Lihat Juga :