Laju IHSG hari ini diprediksi konsolidasi

Kamis, 31 Oktober 2013 - 07:56 WIB
Laju IHSG hari ini diprediksi...
Laju IHSG hari ini diprediksi konsolidasi
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hampir kehilangan alasan untuk mempertahankan lajunya di zona hijau setelah combo sentimen negatif menghantamnya. Saat ini, IHSG hanya bisa bergantung pada kinerja emiten-emiten di dalamnya yang akan memaparkan laporan kinerja kuartal III/2013.

"Sungguh kombinasi yang cantik, di mana Dow Jones turun -61,59 poin (-0,39 persen) dan EIDO:US turun tajam -1,93 persen membuat perjalanan hidup IHSG Kamis ini menjadi lebih berat ditengah harapan released LK Q3/2013 bisa memberikan secercah harapan dalam perdagangan Kamis," kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Kamis (31/10/2013).

Melihat lajunya secara teknikal, lanjut Edwin, tampak IHSG tengah kehabisan napas mencoba istirahat sejenak. "Rentang IHSG 4.546-4.604. Pola Four Price Doji terbentuk atas IHSG mengindikasikan terjadinya konsolidasi," terang Edwin.

Dari luar negeri, setelah naik tajam dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya, akhirnya Dow Jones terkena aksi profit taking yang diawal perdagangan sempat turun lebih dari -100 poin.

Tetapi menjelang penuputupan kondisi sedikit membaik sehingga Dow Jones hanya terkoreksi -61.59 poin (-0,39 persen) ditutup di level 15618.76 disertai kenaikan The Vix 1.79 persen ditutup di level 13.65.

Aksi ambil untung ini sendiri terjadi setelah The Fed mengatakan terdapat peluang ekonomi tumbuh lebih lambat dari perkiraan walaupun telah didorong Program Stimulus selama ini.

Laju Dow Jones ini juga terjadi di tengah data ADP Employment pada Oktober yang hanya tercipta 150.000 unit pekerjaan, level terendah sejak April dan lebih rendah dari konsensus ekonom 150.000 unit pekerjaan dan CPI September yang tumbuh 0,2 persen.

Sekitar 313 dari 500 emiten dalam Indeks S&P 500 yang telah merelease earnings LK Q3/2013, 68,4 persen diantaranya mengalahkan estimasi earnings awal analis (lebih tinggi dibandingkan rata-rata 63 persen sejak tahun 1994).

Di mana, saat ini analis memperkirakan earnings tumbuh rata-rata 4,2 persen (dengan asumsi sisanya setara kejadian di atas), tetapi masih di bawah ekspektasi 1 Juli 2013 sebesar 8,5 persen.

Sedangkan untuk revenue, 53,7 persen diantaranya mengalahkan estimasi revenue awal analis (lebih rendah dibandingkan rata-rata 61 persen sejak 2002).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siap Keluar dari Konsolidasi...
Siap Keluar dari Konsolidasi Wajar, IHSG Diprediksi Menguat
Pasar Modal Kembali...
Pasar Modal Kembali ke 5.000 dari Titik Terendah, Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Ada Libur Panjang, Gerak...
Ada Libur Panjang, Gerak IHSG Pekan Ini Bakal Terbatas
IHSG Diprediksi Bakal...
IHSG Diprediksi Bakal Menguat, Simak Nih 6 Saham Ini
IHSG Diprediksi Reli,...
IHSG Diprediksi Reli, Mainkan 6 Saham Berikut Ini
Masih Betah Konsolidasi...
Masih Betah Konsolidasi Wajar, Gerak IHSG Diprediksi Terbatas
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
12 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
27 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved