IHSG diprediksi masih akan tertekan
Rabu, 06 November 2013 - 08:26 WIB
IHSG diprediksi masih akan tertekan
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan tertekan di zona merah berada pada support 4.375-4.412 dan resistance 4.454-4.468.
"Laju Meski laju IHSG sempat tertekan di bawah target support (4.415-4.427), namun dapat kembali ke kisaran target support tersebut. Belum adanya sinyal upreversal membuat IHSG kemungkinan masih akan tertekan kecuali ada imbas positif dari laju bursa saham global yang membuat laju IHSG dapat merubah arah," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (6/11/2013).
Menilik laju IHSG di hari kejepit jelang libur Tahun Baru Hijriyah senin kemarin, tampaknya laju IHSG masih jauh dari harapan. Tidak hanya itu, laju bursa saham Asia yang lebih banyak bergerak di zona merah turut membuat laju IHSG menjauhi zona positif.
Padahal, lanjut Reza, jika dilihat secara intraday perdagangan, laju IHSG sempat bertengger di zona hijau, namun tidak lama IHSG kembali melemah hingga akhir sesi.
Selain imbas dari laju bursa saham Asia, pergerakan rupiah yang masih longsor di teritori negatif turut menahan laju IHSG.
"Sepanjang perdagangan Senin, IHSG menyentuh level 4.446,33 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.403,40 (level terendahnya) di pertengahan sesi 1 dan berakhir di level 4.423,29," papar dia.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Laju bursa saham Asia di awal pekan ini mendarat di zona negatif setelah merespon pernyataan dari Kepala The Fed Dallas Richard Fisher, yang sangat menginginkan percepatan tapering off stimulus The Fed.
Meski di akhir pekan kemarin, dirilis kenaikan non manufacturing PMI China namun, laju bursa saham China tidak langsung positif karena pelaku pasar lebih wait & see terhadap rapat Partai Komunis pekan ini.
Adanya rilis kenaikan ISM Manufacturing Index sempat membuat laju bursa saham AS melemah karena berkaitan dengan kemungkinan percepatan tapering off, namun akhirnya dapat sedikit tertutupi oleh rilis kinerja beberapa emiten yang dapat melampaui proyeksi, seperti First Solar Inc.
Dari 368 emiten dalam indeks S&P500 yang telah merilis kinerjanya, 75 persen berhasil melampaui estimasi laba dan 53 persen melewati estimasi penjualan.
"Laju Meski laju IHSG sempat tertekan di bawah target support (4.415-4.427), namun dapat kembali ke kisaran target support tersebut. Belum adanya sinyal upreversal membuat IHSG kemungkinan masih akan tertekan kecuali ada imbas positif dari laju bursa saham global yang membuat laju IHSG dapat merubah arah," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (6/11/2013).
Menilik laju IHSG di hari kejepit jelang libur Tahun Baru Hijriyah senin kemarin, tampaknya laju IHSG masih jauh dari harapan. Tidak hanya itu, laju bursa saham Asia yang lebih banyak bergerak di zona merah turut membuat laju IHSG menjauhi zona positif.
Padahal, lanjut Reza, jika dilihat secara intraday perdagangan, laju IHSG sempat bertengger di zona hijau, namun tidak lama IHSG kembali melemah hingga akhir sesi.
Selain imbas dari laju bursa saham Asia, pergerakan rupiah yang masih longsor di teritori negatif turut menahan laju IHSG.
"Sepanjang perdagangan Senin, IHSG menyentuh level 4.446,33 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.403,40 (level terendahnya) di pertengahan sesi 1 dan berakhir di level 4.423,29," papar dia.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Laju bursa saham Asia di awal pekan ini mendarat di zona negatif setelah merespon pernyataan dari Kepala The Fed Dallas Richard Fisher, yang sangat menginginkan percepatan tapering off stimulus The Fed.
Meski di akhir pekan kemarin, dirilis kenaikan non manufacturing PMI China namun, laju bursa saham China tidak langsung positif karena pelaku pasar lebih wait & see terhadap rapat Partai Komunis pekan ini.
Adanya rilis kenaikan ISM Manufacturing Index sempat membuat laju bursa saham AS melemah karena berkaitan dengan kemungkinan percepatan tapering off, namun akhirnya dapat sedikit tertutupi oleh rilis kinerja beberapa emiten yang dapat melampaui proyeksi, seperti First Solar Inc.
Dari 368 emiten dalam indeks S&P500 yang telah merilis kinerjanya, 75 persen berhasil melampaui estimasi laba dan 53 persen melewati estimasi penjualan.
(rna)
Lihat Juga :