Supplier mainan kesuliatn cari lembaga standar nasional

Kamis, 07 November 2013 - 18:04 WIB
Supplier mainan kesuliatn...
Supplier mainan kesuliatn cari lembaga standar nasional
A A A
Sindonews.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Bayu Krisnamurthi mengakui, bahwa supplier mainan dalam negeri sulit mendapatkan lembaga standar nasional. Hal ini dikarenakan masih terbatas.

"Memang betul, kita juga paham masih terbatas. Lembaga Sertifikasi Produk Pusat Standarisasi (LS Pro) nya belum banyak yang bisa menjalankan LS Pro untuk mainan. Hanya saya ingin berkomunikasi terus dengan semua pihak sekarang," ungkap Bayu saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Pihaknya saat ini sudah menetapkan Standar nasional Indonesia (SNI) wajib, tapi pengawasan barang beredarnya baru akan dilakukan enam bulan dari sekarang sekitar April-Mei 2014.

"Ini adalah masa untuk sosialisasikan dan mengajak semakin banyak LS Pro bisa dibangun. Dalam konteks ini berharap dan mengajak kampus untuk terlibat, bukan saja untuk mainan. Tapi verifikasi SNI yang lain termasuk untuk ISPO, SVLK, banyak sekali sebenarnya kegiatan verifikasi dan akreditasi yang berujung pada sertifikasi yang harus dilakukan," jelasnya.

Bayu mengharapkan dukungan semua pihak dan salah satu yang dibayangkan potensi kampus untuk mempersiapkan sarjananya yang terlibat dan kampus untuk LS Pro.

"Saya enggak tahu jumlahnya untuk mainan. Masih bisa masuk ke ritel tapi sekarang harus sudah memperhatikan SNI kita tahu mereka punya stok, proses produksi yang sudah berjalan," kata dia.

Karena, kata dia, pihaknya tidak mau langsung mematikan karena nilai perdagangan mainan cukup besar. "Tapi kita ingatkan mereka karena pada saatnya nanti aturan itu harus ditegakkan," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan pentingnya tentang Penerapan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 24/M-IND/PER/4/2013 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Mainan Anak.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Keberatan, Pengusaha...
Tak Keberatan, Pengusaha Sebut Label SNI Jadi Jaminan Mutu Masker
Jamin Mutu Produk Industri,...
Jamin Mutu Produk Industri, Kemenperin Tingkatkan Penerapan SNI
Dukung SNI Produk Elektronika,...
Dukung SNI Produk Elektronika, Kemenperin Siapkan Lab Uji Modern
Mendag Zulhas: Produk...
Mendag Zulhas: Produk Tak Penuhi SNI Bisa Matikan Industri
Penyerahan Sertifikat...
Penyerahan Sertifikat SNI 8152:2015 kepada Tiga Pasar Rakyat
Langgar Aturan, 2,5...
Langgar Aturan, 2,5 Ton Garam Himalaya dan Ribuan Botol Minol Dimusnahkan
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
16 jam yang lalu
Infografis
10 Pejabat Badan Gizi...
10 Pejabat Badan Gizi Nasional dan Latar Belakangnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved