Potensi penguatan IHSG diprediksi masih terbuka
Jum'at, 08 November 2013 - 08:13 WIB
Potensi penguatan IHSG diprediksi masih terbuka
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, merujuk kejatuhan tajam Dow Jones akan menimbulkan pertanyaan apakah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu melanjutkan kenaikannya setelah dua hari menguat.
Menurut Edwin, keinginan IHSG untuk menguat pada perdagangan terakhir pekan ini akan menemukan batu sandungan mengingat karakter investor lokal yg bersifat short term trader di tengah absennya investor asing yang justru terus hengkang dari Bursa saham Indonesia year to date mencapai Rp 16,19 triliun.
"Secara teknikal IHSG memiliki peluang melanjutkan penguatannya. Rentang IHSG 4.416-4.503. Pola two white soldiers terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish continuation," kata Edwin, Jumat (8/11/2013).
Dari luar negeri pun tampak sentimen negatif yang berhembus cukup merepotkan jarak pandang investor dalam negeri, sehingga sentimen yang ada tersebut semakin membuat investor dalam negeri semakin kuat dalam melakukan perdagangan jangka pendek.
"Good news is a bad news for stock market, begitulah sepenggal kalimat yang saya gunakan menggambarkan kondisi Dow Jones saat ini. Dimana, di saat US GDP Q3/2013 tumbuh di luar dugaan 2,8 persen, justru mendorong investor melakukan aksi jual karena beranggapan kenaikan GDP menjadi salah satu alasan The Fed akan mempercepat tapering off," papar Edwin.
Akibat aksi jual tersebut, kata Edwin, Dow Jones langsung turun tajam 152,9 poin (0,97 persen) ditutup di level 15.593,98 diiringi kenaikan tajam The Vix 9,79 persen yang ditutup di level 13,91.
Pelemahan ini sendiri terjadi di tengah kenaikan tajam saham Twitter (73 persen) di hari pertama listingnya. Di lain pihak, tindakan ECB yang sudah diprediksi sejak Senin memotong suku bunga zona Eropa sebesar 25 basis menjadi 0,25 persen juga turut mewarnai laju Dow Jones.
Sekitar 430 dari 500 emiten dalam Indeks S&P 500 yang telah merilis laba bersih LK Q3/2013, 68 persen diantaranya mengalahkan estimasi laba bersih awal analis atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata 63 persen sejak tahun 1994.
Saat ini analis memperkirakan laba bersih tumbuh rata-rata 4,2 persen dengan asumsi sisanya setara kejadian di atas, tetapi masih di bawah ekspektasi 1 Juli 2013 sebesar 8,5 persen.
Sedangkan pendapatan, 53,3 persen diantaranya mengalahkan estimasi pendapatan awal analis atau lebih rendah dibandingkan rata-rata 61 persen sejak tahun 2002.
Menurut Edwin, keinginan IHSG untuk menguat pada perdagangan terakhir pekan ini akan menemukan batu sandungan mengingat karakter investor lokal yg bersifat short term trader di tengah absennya investor asing yang justru terus hengkang dari Bursa saham Indonesia year to date mencapai Rp 16,19 triliun.
"Secara teknikal IHSG memiliki peluang melanjutkan penguatannya. Rentang IHSG 4.416-4.503. Pola two white soldiers terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish continuation," kata Edwin, Jumat (8/11/2013).
Dari luar negeri pun tampak sentimen negatif yang berhembus cukup merepotkan jarak pandang investor dalam negeri, sehingga sentimen yang ada tersebut semakin membuat investor dalam negeri semakin kuat dalam melakukan perdagangan jangka pendek.
"Good news is a bad news for stock market, begitulah sepenggal kalimat yang saya gunakan menggambarkan kondisi Dow Jones saat ini. Dimana, di saat US GDP Q3/2013 tumbuh di luar dugaan 2,8 persen, justru mendorong investor melakukan aksi jual karena beranggapan kenaikan GDP menjadi salah satu alasan The Fed akan mempercepat tapering off," papar Edwin.
Akibat aksi jual tersebut, kata Edwin, Dow Jones langsung turun tajam 152,9 poin (0,97 persen) ditutup di level 15.593,98 diiringi kenaikan tajam The Vix 9,79 persen yang ditutup di level 13,91.
Pelemahan ini sendiri terjadi di tengah kenaikan tajam saham Twitter (73 persen) di hari pertama listingnya. Di lain pihak, tindakan ECB yang sudah diprediksi sejak Senin memotong suku bunga zona Eropa sebesar 25 basis menjadi 0,25 persen juga turut mewarnai laju Dow Jones.
Sekitar 430 dari 500 emiten dalam Indeks S&P 500 yang telah merilis laba bersih LK Q3/2013, 68 persen diantaranya mengalahkan estimasi laba bersih awal analis atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata 63 persen sejak tahun 1994.
Saat ini analis memperkirakan laba bersih tumbuh rata-rata 4,2 persen dengan asumsi sisanya setara kejadian di atas, tetapi masih di bawah ekspektasi 1 Juli 2013 sebesar 8,5 persen.
Sedangkan pendapatan, 53,3 persen diantaranya mengalahkan estimasi pendapatan awal analis atau lebih rendah dibandingkan rata-rata 61 persen sejak tahun 2002.
(rna)
Lihat Juga :