IHSG berpeluang menguat di tengah tekanan jual
Senin, 11 November 2013 - 08:14 WIB
IHSG berpeluang menguat di tengah tekanan jual
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat pada kisaran 4.430-4.508 di tengah terus menggelembungnya tekanan jual (nett sell) asing selama 45 minggu.
"Meski diwarnai net sell asing yang terus menggelembung menjadi Rp16,46 triliun, saya memperkirakan ada peluang IHSG menguat dalam perdagangan Senin merujuk penguatan Dow Jones akhir pekan lalu," kata Edwin, Senin (11/11/2013).
Selanjutnya, merujuk ringannya data ekonomi dan laporan keuangan dirilis di Amerika Serikat, lanjut Edwin, harusnya bisa menjadi katalis untuk IHSG bisa melanjutkan penguatannya pada sisa perdagangan sepanjang minggu ini walaupun berat mengingat asing yang masih absen, bahkan terus membukukan net sell.
Edwin memperkirakan, minggu ini sangat menjanjikan dimana dari Wall Street data ekonomi yag akan dirilis cukup ringan, diantaranya Empire manufacturing survey, industrial production and wholesale inventories.
"Diawali rilis data ekonomi China yang sangat kondusif, dimana China Industrial Output bulan Oktober naik 10,3 persen atau lebih tinggi dari perkiraan ekonom," kata dia.
Selain itu, ada juga informasi tentang terkontrolnya CPI yang tumbuh 3,2 persen, atau sedikit lebih rendah dari ekspektasi ekonom 3,3 persen.
Tetapi yang sangat ditunggu adalah apa komentar Janet Yellen di hari Kamis, sebagai nominator Chairman The Fed terbaru, mengenai kondisi ekonomi AS saat ini sebelum dilakukannya Senate Banking Committee.
Sementara laba bersih dan pendapatan emiten yang ditunggu lebih fokus dari sektor retail diantaranya Wal-Mart, Nordstrom and Kohl's di hari Kamis dan Macy's di hari Rabu.
Tidak hanya itu, emiten berikut ini juga cukup penting untuk dipertimbangkan seperti News Corp di hari Senin, Cisco Systems di hari Rabu serta Viacom, Vivendi, Applied Materials di hari Kamis.
"Meski diwarnai net sell asing yang terus menggelembung menjadi Rp16,46 triliun, saya memperkirakan ada peluang IHSG menguat dalam perdagangan Senin merujuk penguatan Dow Jones akhir pekan lalu," kata Edwin, Senin (11/11/2013).
Selanjutnya, merujuk ringannya data ekonomi dan laporan keuangan dirilis di Amerika Serikat, lanjut Edwin, harusnya bisa menjadi katalis untuk IHSG bisa melanjutkan penguatannya pada sisa perdagangan sepanjang minggu ini walaupun berat mengingat asing yang masih absen, bahkan terus membukukan net sell.
Edwin memperkirakan, minggu ini sangat menjanjikan dimana dari Wall Street data ekonomi yag akan dirilis cukup ringan, diantaranya Empire manufacturing survey, industrial production and wholesale inventories.
"Diawali rilis data ekonomi China yang sangat kondusif, dimana China Industrial Output bulan Oktober naik 10,3 persen atau lebih tinggi dari perkiraan ekonom," kata dia.
Selain itu, ada juga informasi tentang terkontrolnya CPI yang tumbuh 3,2 persen, atau sedikit lebih rendah dari ekspektasi ekonom 3,3 persen.
Tetapi yang sangat ditunggu adalah apa komentar Janet Yellen di hari Kamis, sebagai nominator Chairman The Fed terbaru, mengenai kondisi ekonomi AS saat ini sebelum dilakukannya Senate Banking Committee.
Sementara laba bersih dan pendapatan emiten yang ditunggu lebih fokus dari sektor retail diantaranya Wal-Mart, Nordstrom and Kohl's di hari Kamis dan Macy's di hari Rabu.
Tidak hanya itu, emiten berikut ini juga cukup penting untuk dipertimbangkan seperti News Corp di hari Senin, Cisco Systems di hari Rabu serta Viacom, Vivendi, Applied Materials di hari Kamis.
(rna)
Lihat Juga :