Industri pembiayaan tak terpengaruh kenaikan BI rate

Selasa, 12 November 2013 - 12:46 WIB
Industri pembiayaan...
Industri pembiayaan tak terpengaruh kenaikan BI rate
A A A
Sindonews.com - Direktur Pengawasan Lembaga Pembiayaan Otoritas jasa Keuangan (OJK) Aloysius Saragih mengatakan, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi 7,25 persen telah menekan perusahaan pembiayaan untuk turut menaikkan suku bunga pembiayaannya.

Namun demikian, dikatakan dia, pertumbuhan industri pembiayaan, misal automotif baik kendaraan roda dua maupun roda empat masih positif di tengah adanya tekanan suku bunga tersebut.

"Kebijakan BI menaikkan suku bunga ini memberikan tekanan. Di satu sisi memberi tekanan, di sisi lain juga balance antara pembiayaan dan perlindungan konsumen, tapi kuartal III tahun ini masih positif," ujar Saragih di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (12/11/2013).

Dirinya memaparkan, bila melihat data yang berhasil dihimpun OJK, diketahui hingga kuartal III/2013, total aset perusahaan pembiayaan mencapai Rp391,6 triliun atau tumbuh 14,67 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp341,7 triliun. Sementara piutang leasing juga naik 9 persen di kuartal III/2013 menjadi Rp116,7 triliun.

Peningkatan pembiayaan ini, menurut dia, perlu diikuti oleh prinsip kehatian-hatian perusahaan pembiayaan dalam memberikan pinjamannya, sehingga rasio kredit macet (NPL) masih tetap terjaga di tengah tingginya suku bunga pembiayaan seperti yang terjadi saat ini.

"Peningkatan ini diikuti prinsip kehatian-hatian untuk menjaga NPL. Untuk tetap mengawasi rasio kredit macet tetap aman. Akhir-akhir ini OJK memanggil direksi yang NPL-nya tinggi, kita panggil 10-15 perusahaan dan kita ajak ngomong, walaupun beberapa kejadian sekitar 5 tahun lalu, NPL tinggi sampai 17-18 persen. Sekarang OJK lebih proaktif kalau NPL tinggi kita undang, kita selesaikan," pungkas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Permintaan Pembiayaan...
Permintaan Pembiayaan dari Korporasi Meningkat
Tumbuh 14,82 Persen,...
Tumbuh 14,82 Persen, Bank DKI Catatkan Penyaluran Kredit dan Pembiayaan Rp50,1 Triliun
Perluas Akses Pembiayaan,...
Perluas Akses Pembiayaan, MNC Bank Gandeng Indodana Salurkan Kredit Digital
KAI-Bank Mandiri Sepakati...
KAI-Bank Mandiri Sepakati Kerja Sama Pembiayaan Kredit
Ekonomi Membaik, BNI...
Ekonomi Membaik, BNI Dorong Pembiayaan Sindikasi di Akhir tahun
Mandiri-BTN Syariah...
Mandiri-BTN Syariah Sinergi Perluas Layanan Pembiayaan KPR
Berita Terkini
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
8 menit yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
23 menit yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
23 menit yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
32 menit yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
46 menit yang lalu
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved