Harga mulai jenuh, pasar properti 2014 terancam

Selasa, 12 November 2013 - 13:39 WIB
Harga mulai jenuh, pasar...
Harga mulai jenuh, pasar properti 2014 terancam
A A A
Sindonews.com - Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, pertumbuhan pasar properti akan mulai mengalami perlambatan akibat pasar sudah mulai jenuh dengan terus melambungnya harga properti saat ini.

Menurutnya, keadaan ini membuat masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya bubble. Dia memperkirakan pertumbuhan pasar properti pada 2014 hanya akan berkisar 20-25 persen, sehingga masih jauh untuk dapat dikatakan bubble.

"Pada 2013 rata-rata properti naiknya 30 persen, tahun depan akan lambat mungkin di kisaran 20-25 persen. Orang Indonesia itu terlalu takut ada istilah bubble, ini enggak akan meletus. Yang terjadi saat ini hanya over value bukan bubble," ujar Ali di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (12/11/2013).

Selain potensi perlambatan harga, lanjut dia, porsi kepemilikan properti oleh asing di Indonesia masih tergolong kecil. Hal tersebut menjadi daya tahan tersendiri bagi pasar properti di Indonesia.

"Kenapa China, Vietnam, dan Singapura bisa bubble, meletus. Di sana kepemilikan asing dibuka sekali. Misal beli properti di Rp2 miliar, begitu dibuka ke asing mereka jual ya minimal Rp6 miliar, ini kan ada spekulasi harga. Jangan terlalu dibuka untuk asing. Jadi di Indonesia itu properti booming bukan bubble," terangnya.

Namun demikian, untuk para pelaku pasar sektor properti, tetap harus berhati-hati, karena ada ancaman lain yakni merosotnya harga properti yang ditawarkan lantaran market sudah mulai jenuh. Meskipun, jika dirata-rata properti di Indonesia sudah naik sekitar 30 persen.

"Beberapa tahun ini properti naik terus. Tapi properti ini tidak mungkin akan naik terus. Ketika harga sudah terlalu tinggi, maka pasar sudah mulai jenuh," pungkas Ali.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
28 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
43 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved