Harga properti di Jerman Q3 tertinggi dalam 10 tahun

Jum'at, 15 November 2013 - 16:45 WIB
Harga properti di Jerman...
Harga properti di Jerman Q3 tertinggi dalam 10 tahun
A A A
Sindonews.com - Harga properti di Jerman naik tajam dalam 10 tahun terakhir pada kuartal ketiga (Q3) 2013, karena tingginya minat investor dan individu membeli apartemen di tengah suku bunga rendah.

Menurut indeks yang diterbitkan VDP Asosiasi Bank Pfandbrief Jerman, harga rumah, apartemen dan bangunan perumahan naik 4,9 persen dari tahun sebelumnya. Itu sebagai kenaikan terbesar setidaknya sejak kuartal pertama 2003, ketika VDP mulai mengumpulkan data. Sementara indeks harga kantor naik 6,9 persen, terbesar sejak kuartal pertama 2012.

"Alasan utama kenaikan harga rumah di Jerman karena permintaan tinggi di metropoles berkembang dan kota-kota universitas besar, " kata Jens Tolckmitt, general manager VDP, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (15/11/2013).

Permintaan perumahan di kota-kota, seperti Berlin dan Frankfurt melampaui konstruksi di mana pekerja muda pindah ke daerah yang pekerjaannya lebih mudah ditemukan. Sementara harga kantor didorong lembaga yang mencari investasi aman.

Harga apartemen untuk ditempati naik 3,8 persen dan bangunan apartemen naik 6,1 persen pada kuartal ketiga dibandingkan dengan tahun sebelumnya, didorong kenaikan pembayaran sewa 5,2 persen.

VDP mengumpulkan data harga dari kontrak hipotek yang ditandatangani di seluruh 38 anggota bank Jerman, termasuk Deutsche Bank AG, Commerzbank AG, Banco Santander SA (SAN) dan ING Groep NV ( INGA ). Data tersebut meliputi informasi dari semua kota tempat bank memberikan pinjaman.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Terbesar Eropa...
Ekonomi Terbesar Eropa Mandek, Berpotensi Jatuh dalam Resesi
12.000 Perusahaan Jerman...
12.000 Perusahaan Jerman Bangkrut dalam Enam Bulan, Terparah Satu Dekade
Ekonomi Jerman Jatuh...
Ekonomi Jerman Jatuh dalam Krisis Struktural, Eropa Goyah?
Alarm Bahaya, Krisis...
Alarm Bahaya, Krisis Ekonomi Jerman Semakin Dalam
Tanda Bahaya Ekonomi...
Tanda Bahaya Ekonomi Terbesar Eropa, Pengangguran Jerman Tertinggi dalam 10 Tahun
Kanselir Olaf Scholz:...
Kanselir Olaf Scholz: Jerman Butuh Lebih Banyak Imigran
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
20 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved