Tekanan jual meningkat, IHSG ditutup minus 1,08%
Rabu, 20 November 2013 - 16:03 WIB
Tekanan jual meningkat, IHSG ditutup minus 1,08%
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ketiga pekan ini ditutup tergelincir ke zona merah. IHSG minus 47,55 poin atau 1,08 persen ke level 4.350,79.
IHSG pagi tadi dibuka berhasil menguat 7,76 poin atau 0,18 persen ke level 4.406,09, melanjutkan penguatan hari kemarin, dimana IHSG pada Selasa (19/11/2013) berakhir naik 4,74 poin atau 0,11 persen ke level 4.398,34.
Namun, IHSG pada akhir sesi I perdagangan hari ini ditutup tergerus 25,38 poin atau 0,58 persen ke level 4.372,96 karena ditekan aksi jual investor asing. Pelemahan itu seiring dengan negatifnya bursa Asia.
Sore ini, bursa kawasan Asia mayoritas masih di zona merah. Indeks Shanghai naik 13,49 poin atau 0,62 persen menjadi 2.206,61; Hang Seng melonjak 43,05 poin atau 0,18 persen menjadi 23.700,86; Nikkei turun 50,48 poin atau 0,33 persen ke 15.076,08 dan Straits Times turun 7,38 poin atau 0,23 persen menjadi 3.184,70.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,73 triliun dengan 4,27 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp258,7 miliar. Tercatat sebanyak 90 saham naik, 173 saham melemah dan 107 saham stagnan.
Sektor saham sore ini hampir semuanya melemah. Pelemahan terbesar dipimpin sektor infrastruktur yang turun 2,03 persen. Sedangkan sektor yang menguat adalah perkebunan yang naik 0,16 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, antara lain PT Akra Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp275 ke Rp4.950, PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp75 ke Rp3.925 dan PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) naik Rp75 ke Rp3.250.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp200 ke Rp6.550, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp350 menjadi Rp37.700 dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) anjlok Rp350 menjadi Rp29.500.
IHSG pagi tadi dibuka berhasil menguat 7,76 poin atau 0,18 persen ke level 4.406,09, melanjutkan penguatan hari kemarin, dimana IHSG pada Selasa (19/11/2013) berakhir naik 4,74 poin atau 0,11 persen ke level 4.398,34.
Namun, IHSG pada akhir sesi I perdagangan hari ini ditutup tergerus 25,38 poin atau 0,58 persen ke level 4.372,96 karena ditekan aksi jual investor asing. Pelemahan itu seiring dengan negatifnya bursa Asia.
Sore ini, bursa kawasan Asia mayoritas masih di zona merah. Indeks Shanghai naik 13,49 poin atau 0,62 persen menjadi 2.206,61; Hang Seng melonjak 43,05 poin atau 0,18 persen menjadi 23.700,86; Nikkei turun 50,48 poin atau 0,33 persen ke 15.076,08 dan Straits Times turun 7,38 poin atau 0,23 persen menjadi 3.184,70.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,73 triliun dengan 4,27 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp258,7 miliar. Tercatat sebanyak 90 saham naik, 173 saham melemah dan 107 saham stagnan.
Sektor saham sore ini hampir semuanya melemah. Pelemahan terbesar dipimpin sektor infrastruktur yang turun 2,03 persen. Sedangkan sektor yang menguat adalah perkebunan yang naik 0,16 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, antara lain PT Akra Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp275 ke Rp4.950, PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp75 ke Rp3.925 dan PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) naik Rp75 ke Rp3.250.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp200 ke Rp6.550, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp350 menjadi Rp37.700 dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) anjlok Rp350 menjadi Rp29.500.
(rna)
Lihat Juga :