Pemerintah wajib intervensi eksportir besar

Senin, 02 Desember 2013 - 17:21 WIB
Pemerintah wajib intervensi...
Pemerintah wajib intervensi eksportir besar
A A A
Sindonews.com - Pengamat ekonomi, Aviliani menyebut apabila nilai tukar rupiah melewati angka Rp12 ribu per US Dolar (USD), maka berbahaya karena sudah tidak ada lagi keseimbangan antara permintaan dolar dan ketersediaan dolar.

Oleh karena itu dia mengimbau pemerintah dan juga Bank Indonesia (BI) untuk melakukan intervensi agar menjaga keseimbangan tersebut.

Intervensi yang dimaksud Aviliani bukan hanya intervensi BI di pasar valas, namun juga pemerintah mengundang eksportir besar untuk sepakat agar keuntungan ekspor dapat ditaruh berupa rupiah.

"Tentunya dengan semacam keuntungan agar keperluan bahan baku mereka tidak dipersulit," ujar Aviliani di Gedung BRI, Jakarta, Senin (2/12/2013).

Selain itu, dia berharap BI dapat menambah Bilateral Swap Agreement (BSA) yang sebelumnya telah dijalin dengan negara-negara Asia Timur.

"Kalau perlu kita tambah dari masing-masing negara seperti China dan Jepang, selain juga stand by loan kita yang sudah wajib disiapkan," lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti berharap kebijakan yang dilakukan BI bukan hanya menaikkan tingkat suku bunga namun bauran kebijakan lainnya untuk menstabilkan kembali nilai tukar rupiah.

"Entah Loan To Value (LTV) diturunkan, atau meminta eksportir menyimpan keuntungannya dalam rupiah ketimbang repatriasi," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
44 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
59 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved