Kuota BBM bersubsidi belum jebol

Selasa, 03 Desember 2013 - 16:47 WIB
Kuota BBM bersubsidi...
Kuota BBM bersubsidi belum jebol
A A A
Sindonews.com - Pemerintah menegaskan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013 masih di bawah kuota yang ditetapkan sebesar 48 juta kiloliter (kl). Hal itu disebabkan karena dampak dari kenaikan harga BBM bersubsidi, sehingga beralih ke BBM nonsubsidi.

“Saat ini kuota BBM masih 5 persen di bawah kuota, kecuali untuk solar,” kata Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana dalam acara Seminar Nasional Konversi Energi di Jakarta, Selasa (3/12/2013).

Kendati demikian, Rida menjelaskan, sebagian pengguna BBM bersubsidi masih didominasi orang kaya. Bahkan, masyarakat Indonesia masih tergolong boros dalam menggunakan energi jenis fosil ini.

“Padahal energi jenis fosil ini makin lama semakin berkurang. Harganya juga semakin mahal,” ujar dia.

Menurut dia, ketergantungan masyarakat terhadap energi fosil amatlah besar. Di satu sisi, pengembangan konservasi energi masih berjalan karena koordinasi antarlembanga, seperti antarkementerian masih kurang efektif.

“Padahal untuk mendukung penghematan energi sudah diterbitkan Undang-Undang No 30 Tahun 2007. Ada dua rencana dalam beleid energi tersebut, yakni diversifikasi dan konservasi energi,” kata dia.

Data Kementerian ESDM menyebutkan, kebutuhan BBM secara nasional mencapai 1,5 juta barel per hari (bph). Sedangkan produksi di dalam negeri hanya 870.000 bph. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut pemerintah harus mengimpor minyak, baik mentah maupun dalam bentuk bahan bakar.

Dalam data pemerintah menyebutkan, penggunaan energi fosil cukup mendominasi 96 persen dari total kebutuhan energi nasional. Adapun, subsidi yang harus dikeluarkan sebesar Rp272 triliun pada 2013. Untuk menekan impor BBM, pemerintah telah melakukan konversi BBM ke gas.

Selain itu, konversi dijalankan melalui pencampuran bahan bakar nabati. Saat ini, 16,5 juta kl solar bersubsidi sudah dicampur dengan bahan bakar nabati sebanyak 10 persen.

“Untuk mengurangi impor solar sekaligus memanfaatkan minyak sawit produksi dalam negeri,” kata dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Berita Terkini
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
18 menit yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
1 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
2 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
3 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
Infografis
Presiden Trump: Zelensky...
Presiden Trump: Zelensky Belum Siap untuk Perdamaian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved