Aset terlantar di KSEI perlu mendapat perhatian

Rabu, 04 Desember 2013 - 15:18 WIB
Aset terlantar di KSEI...
Aset terlantar di KSEI perlu mendapat perhatian
A A A
Sindonews.com - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengklaim ada permasalahan yang perlu mendapat perhatian pihak otoritas dan regulator di pasar modal dan juga para pelaku pasar, yaitu mengenai aset terlantar atau tak bertuan (unclaimed assets) yang tercatat dalam rekening efek di KSEI.

Unclaimed Assets adalah aset berupa efek atau dana milik nasabah pemegang rekening KSEI, perusahaan efek dan Bank Kustodian yang tidak diklaim oleh nasabah atau emiten atau sudah delisting dan tidak ada pihak yang mewakili emiten.

Kondisi pertama terjadi karena perusahaan efek atau Bank Kustodian sudah tidak dapat menghubungi nasabahnya, padahal nasabah tersebut masih memiliki aset yang dititipkan di KSEI.

Hal ini semakin rumit apabila perusahaan efek atau Bank Kustodian tersebut telah dibubarkan, Sehingga terjadi pengalihan kewajiban penyimpanan aset nasabah dari perusahaan efek atau Bank Kustodian, dimana KSEI akan menyimpan aset tersebut dalam suatu rekening tampungan.

Kondisi kedua terjadi karena emiten atau penerbit efek tidak memberikan informasi mengenai status dan perubahan identitas perusahaannya, seperti alamat, pengurus maupun identitas lainnya. Hal ini membuat KSEI terhambat dalam melakukan kegiatan administrasi efek yang dititipkan ke KSEI oleh emiten atau penerbit efek tersebut.

Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, hal ini juga akan berdampak kepada investor yang harus dilindungi kepentingannya sebagai pemegang efek.

Menurut Nurhaida, permasalahan efek dan/atau dana terlantar merupakan hal krusial yang perlu didiskusikan dan dicarikan solusi hukumnya.

“Hal ini mengingat permasalahan ini bukanlah hal yang muncul belakangan ini saja, melainkan sudah berlangsung cukup lama, terlebih setelah adanya konversi efek dari script menjadi scriptless,” kata Nurhaida dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Terkait permasalahan efek dan/atau dana terlantar dari sisi pengawas pasar modal, dia menejlaskan, paling tidak dapat dilihat dari dua) aspek, yakni pertama adalah aspek kuratif atau penyelesaian terhadap permasalahan efek dan/atau dana terlantar yang saat ini telah ada.

Sspek kedua, berkenaan dengan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya efek dan/atau dana terlantar tersebut di masa mendatang atau upaya preventif.

Secara tidak langsung, menurut dia, OJK telah melakukan upaya pencegahan dimaksud melalui sejumlah peraturan dan kebijakan yang ada. Misalnya, terkait kewajiban pemodal untuk membuka rekening efek ketika akan melakukan transaksi/perdagangan Efek.

Selain itu, dalam melakukan pembukaan rekening efek,perusahaan efek juga wajib menerapkan prinsip mengenal nasabah (Know Your Clients/KYC).

Menurut dia, dengan penerapan KYC secara face to face basis dalam melakukan KYC, diharapkan dapat meminimalisir penggunaan KTP milik orang lain untuk keperluan transaksi pihak-pihak tertentu yang nantinya berpotensi menimbulkan efek dan/ atau dana terlantar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
7 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
7 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
8 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
8 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved