Chatib: Ini kondisi ekonomi kita sebenarnya sejak 2009

Kamis, 05 Desember 2013 - 10:39 WIB
Chatib: Ini kondisi...
Chatib: Ini kondisi ekonomi kita sebenarnya sejak 2009
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basri mengakui bahwa nilai tukar rupiah yang terus terdepresiasi hingga mencapai Rp12.000/USD merupakan kondisi perekonomian Indonesia sesungguhnya, tanpa aliran dana likuiditas layaknya 2009.

Dia menyindir beberapa ekonom yang terus membandingkan situasi perekonomian Indonesia saat ini dengan beberapa bulan lalu, ketika nilai tukar rupiah masih berada pada rentang Rp9.000/USD.

Padahal, di satu sisi Chatib merasakan kondisi Indonesia pada beberapa bulan lalu semu, dikarenakan 'bantuan' dana likuiditas AS yang masuk ke Indonesia.

"Terkadang beberapa ekonom, teman saya hanya melihat situasi yang terjadi tiga sampai enam bulan lalu. Tetapi mereka tidak melihat 2009, di mana itulah kondisi kita yang sebenarnya," ujar Chatib dalam sambutan pembukaan acara International Seminar in Structural Policy Challenges in Indonesia di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2013).

Dia menyebut, semua pihak selama beberapa tahun seolah-olah tidak sadar dengan meningkatnya harga komoditas Indonesia, penguatan nilai tukar rupiah, dan juga derasnya aliran modal yang masuk selama empat tahun terakhir, merupakan buah kebijakan moneter yang dilakukan Bank Sentral AS (The Fed).

"Ada aliran dana masuk, nilai tukar kita menguat hingga Rp9.000/USD, ternyata dalam empat tahun terkahir bukanlah equilibrium karena dikendalikan kebijakan moneter AS," jelasnya.

Akhirnya, kata Chatib, ketika AS memutuskan menarik kembali modalnya, beberapa hal buruk terjadi pada Indonesia seperti nilai tukar rupiah yang terus fluktuatif ditambah lagi harga komoditas ekspor Indonesia yang terus jatuh karena 60 persen ekspor Indonesia bergantung dari sumber daya alam.

"Akibatnya kita sekarang bergerak ke equilibrium kita sebenarnya, yaitu seperti 2009 walaupun hal ini tidak mudah dijelaskan kepada pasar," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat Ditopang...
Rupiah Menguat Ditopang Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi RI
Jika Rupiah Tembus Rp20...
Jika Rupiah Tembus Rp20 Ribu, Akademisi Proyeksikan Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3%
Rupiah Betah Nangkring...
Rupiah Betah Nangkring di Atas Rp16.200, Ekonomi RI dalam Ancaman
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,4%, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.894
Inflasi Terkendali,...
Inflasi Terkendali, Rupiah Stabil: Pemerintah Jaga Kepercayaan Investor
Mata Uang RI Undervalue,...
Mata Uang RI Undervalue, Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Seharusnya Rupiah Stabil
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved