Hotel okupansi 42% idealnya gulung tikar

Jum'at, 06 Desember 2013 - 18:33 WIB
Hotel okupansi 42% idealnya...
Hotel okupansi 42% idealnya gulung tikar
A A A
Sindonews.com - Ketua PHRI Jawa Barat (Jabar) Herman Muchtar mengatakan, keputusan PHRI Jabar mengajukan moratorium hotel karena rendahnya okupansi hotel di Jabar. Rata-rata okupansi 42 persen sebenarnya telah mematikan bisnis hotel di kawasan ini.

Menurut Herman, okupansi hotel pada kisaran 42 persen sangat bisa mematikan pengusaha hotel. Didasarkan pada hitung-hitungan bisnis, dengan okupansi 42 persen pengusaha hotel semestinya bangkrut. Karena, batas minimal agar bisnis hotel tetap jalan yaitu minimal 60 persen.

“Memang saat weekand okupansi bisa mencapai 90 persen.Tapi pada hari kerja yaitu Senin-Kamis, sangat rendah,” ungkap dia pada seminar Dewan Pengembangan Ekonomi (DPE) dengan tema Optimalisasi Sarana Industri Pariwisata Kota Bandung, di Balai Kota Bandung, Jumat (6/12/2013).

Ketua Kelompok Kerja Pariwisata DPE Kota Bandung Djoni Sofyan Iskandar mengatakan, penentuan keseimbangan antara jumlah kamar hotel dan wisatawan sulit dilakukan lantaran belum ada persamaan persepsi terkait pengertian wisawatan. Apakah semua orang yang berkunjung ke Jabar disebut wisatawan, walaupun tidak menginap di hotel.

“Kalau sudah ada kesamaan persepsi tentang pengetian wisatawan, yaitu yang berkunjung lebih dari 24 jam, maka pendataan akan mudah dilakukan,” jelas dia.

Diakui dia, pendataan tersebut penting dilakukan agar tercipta keseimbangan ekonomi. Karena, dari sisi pariwisata, Bandung telah memiliki daya tarik dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Walaupun, perlu ada pembenahan di berbagai sektor pariwisata.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PHI Group dengan Perhutani...
PHI Group dengan Perhutani Alam Wisata Teken Kerjasama Pengembangan Wisata
Nemuru Hotel Ciputat,...
Nemuru Hotel Ciputat, Destinasi Penginapan Baru di Selatan Jakarta dengan Nuansa Jepang yang Kental
Injak Usia ke-7, Alma...
Injak Usia ke-7, Alma Corp dan The Silk Dago Bandung Jalin Kerja Sama
New Years Eve, Aerotel...
New Years Eve, Aerotel Smile Hotel Usung Street Food Festival
Artotel Group dan Winner...
Artotel Group dan Winner Group Kerja Sama Garap Tiga Proyek Hotel Baru di Batam
Bisnis Perhotelan dan...
Bisnis Perhotelan dan Restoran Berisiko Tingkatkan Kredit Macet
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
38 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
59 menit yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
11 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
Diguncang Gempa, Pengunjung...
Diguncang Gempa, Pengunjung Mall dan Hotel di Malang Berhamburan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved