BPR butuhkan perlakukan khusus untuk bersaing

Selasa, 10 Desember 2013 - 19:08 WIB
BPR butuhkan perlakukan...
BPR butuhkan perlakukan khusus untuk bersaing
A A A
Sindonews.com - Sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) membutuhkan perlakuan khusus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam regulasi yang akan diterapkan. Regulasi yang tepat diperlukan sehingga BPR dapat bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN untuk sektor keuangan pada 2020.

Direktur Utama PT BPR Pijer Podi Kekelengen Sibolangit, Bumaman Tarigan, mengatakan pihaknya menyambut baik peralihan fungsi pengawasan bank termasuk BPR dari Bank Indonesia (BI) ke OJK. Namun juga diperlukan perbaikan regulasi untuk BPR.

"Kami tidak meminta perlakuan istimewa. Namun sebaiknya OJK nanti membedakan sejumlah aturan yang kira-kira cocok untuk BPR dan yang tidak, jangan disamakan dengan aturan untuk bank umum," ujar Bumaman saat ditemui di Jakarta, Selasa (10/12/2013).

Menurut Bumaman, selama ini hampir semua aturan bank umum dan BPR disamakan. Penyamaan aturan ini akan terus memberatkan BPR dalam beroperasi. BPR disebutnya memiliki kapasitas jauh lebih kecil, tidak seperti bank umum. "Kalau aturannya sama tentu BPR lebih berat menjalankannya," ujarnya.

Regulasi yang tepat disebutnya harus dapat mendorong pertumbuhan kinerja BPR demi memperkuat sistem dan jaringan BPR. BPR tidak ingin tergerus sehingga tidak dapat beroperasi di pasar keuangan meski perbankan asing masuk ke pasar Indonesia.

"BPR hanya diperbolehkan beroperasi di satu propinsi tertentu, sedangkan bank dari luar nanti boleh masuk kemana saja. Kalau BPR memang beda dari bank umum, maka aturannya juga jangan disamakan," ujar dia.

Hingga November 2013 pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perseroan disebutnya sebesar 51,2 persen menjadi Rp62 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp41 miliar. Pertumbuhan tersebut melebihi penyaluran kredit perusahaan yang tumbuh 28,3 persen menjadi Rp68 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp53 miliar.

"Kami mengejar pertumbuhan DPK agar porsinya lebih sesuai. Tahun depan baik kredit dan DPK pertumbuhannya kami di kisaran 20-25 persen," ujar dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Talkshow, BPR...
Gelar Talkshow, BPR Hasamitra Ajak Tangkap Peluang Pascapandemi
Tahun 2022, BPR Hasamitra...
Tahun 2022, BPR Hasamitra Target Kinerja Tumbuh Double Digit
Usung Konsep Community...
Usung Konsep Community Hub, Universal BPR Resmikan Kantor di Tangerang
Kembangkan Bisnis, Dua...
Kembangkan Bisnis, Dua Pendiri KoinWorks Akuisisi BPR
Dapat Kucuran Dana dari...
Dapat Kucuran Dana dari BJB, BPR Kredit Mandiri Berikan Layanan Prima
Gunakan Teknologi, Cara...
Gunakan Teknologi, Cara BPR Hadapi Era New Normal
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
20 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved