KPPU nilai kenaikan suku bunga BI keliru

Jum'at, 20 Desember 2013 - 20:03 WIB
KPPU nilai kenaikan...
KPPU nilai kenaikan suku bunga BI keliru
A A A
Sindonews.com - Ketua KPPU M Nawir Messi menyatakan, kenaikan BI Rate atau suku bunga acuan merupakan respon kebijakan pemerintah yang keliru. Pemerintah dinilainya salah kaprah dengan menyelesaikan semua paket-paket kebijakan jangka pendek yang tidak relevan.

“Dampaknya luar biasa di industri perbankan. Bisa dikatakan perbankan kita itu merampok uang rakyat melalui permainan suku bunga itu," ujar Nawir, Jumat (20/12/2013).

Hal senada dikemukakan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulsel, Zulkarnain Arif. Dia mengatakan, suku bunga yang tinggi jadi lahan empuk perbankan, sehingga sektor UMKM jadi terpinggirkan. Padahal, sektor ini memiliki kontribusi cukup tinggi.

“Suku bunga kredit memiliki selisih cukup singnifikan dengan suku simpanan dan deposito,” ungkapnya, sambil menambahkan rata-rata bank memberikan bunga 14-21 persen bagi UMKM, sedangkan korporasi besar 12-15 persen.

Jika dibandingkan dengan China yang hanya 1-5 persen untuk UMKM dan Thailand 5-7 persen, menurut Zulkarnain efisiensi perbankan di Indonesia sangat rendah, dengan biaya operasi mencapai 75 persen dari pendapatan nasional.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPPU Sebut Persaingan...
KPPU Sebut Persaingan Usaha di Sulsel Barkategori Tinggi
Wasit Persaingan Usaha...
Wasit Persaingan Usaha Rilis Kurikulum Kepatuhan
KPPU Bakal Panggil 10...
KPPU Bakal Panggil 10 Perusahaan Minyak Goreng, Ini Nama-namanya!
Tahun Ini Indeks Persaingan...
Tahun Ini Indeks Persaingan Usaha di Indonesia Naik
Kemitraan Usaha Besar...
Kemitraan Usaha Besar dan UMKM Minimalisir Persaingan Usaha Tidak Sehat
Tutup Celah Pelanggaran...
Tutup Celah Pelanggaran Persaingan Usaha, Pupuk Kaltim Ajak Karyawan Ikut Pelatihan dan Sosialisasi KPPU
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
37 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
50 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Bayar Bunga Warisan...
Bayar Bunga Warisan Jokowi Rp183 T, Prabowo Bakal Tarik Utang Rp775 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved