Jatah BBM bersubsidi Sulsel tahun depan 1,44 juta KL
Senin, 30 Desember 2013 - 19:52 WIB
Jatah BBM bersubsidi Sulsel tahun depan 1,44 juta KL
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memperkirakan akan ada penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk wilayah ini sampai dua persen pada 2014 mendatang.
Kepala Seksi Lindungan Lingkungan Migas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Mustafa Wahab mengatakan, kuota BBM bersubsidi Sulsel pada 2013 ini sebanyak 1,41 KL dengan rincian premium sebesar 1,007 juta Kl dan kuota Solar sebesar 420.430 KL.
Pasokan ini diditribusikan di tiga unit terminal BBM di Sulsel dengan total 3500 KL per hari untuk 110 unit spbu. Untuk unit terminal Makassar yang membawahi kota Makassar dan beberapa kabupaten sampai ke kepulauan Selayar memiliki kuota 2000 KL perhari. Sementara sisanya 1500 KL, disitribusikan ke terminal Palopo dan Terminal Pare-Pare.
“Dengan penambahan dua persen atau sekitar 28 ribu KL, maka jumlah di tahun mendatang diperkirakan mencapai 1,44 juta KL,” ungkapnya, Senin (30/12/2013).
Dia menjelaskan, penetapan kuota BBM bersubsidi 2014 menjadi wewenang Badan Pengatur Kegiatan Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas). Hal tersebut karena penetapan dan perencanaan kuota ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, dengan adanya peningkatan kuota diharapkan mampu mengcover pertumbuhan kendaraan bermotor di Sulsel yang terus meningkat tajam.
Mustafa menambahkan, kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini tersisa 170 Kilo Liter (Kl). Dari 170 KL tersebut, premium tinggal 140 ribu KL sedang Solar sebanyak 30 ribu Kl. Sayangnya dari kuota yang diberikan ini, terdapat tiga kabupaten yang over target yakni Selayar dengan kelebihan penggunaan 32 KL, Jeneponto 227 KL dan Gowa yang penggunaan melebihi hingga 382 KL.
“Kami prediksi perkirakan penggunaan BBM hingga akhir tahun tidak akan cukup, khususnya Solar karena beberapa Kabupaten sudah melebihi kuota. Tapi jangan khawatir karena BPH Migas akan tetap melakukan penambahan kuota,” jelasnya.
Retail Fuel Marketing Manager Peramina Upms VII Umar Chotib mengatakan, saat ini pertamina hanya sebatas operator saja sehingga tidak lagi berwenang dalam penentuan jumlah Kuota BBM bersubsidi ke setiap daerah.
“Kalau berbicara kuota pasti sudah ada hitung-hitungannya. Tapi kami hanya bertugas untuk memastikan distribusi BBM berdasarkan kuota itu sampai kemasyarakat. Tidak lebih,” ungkapnya.
Dia memprediksi kenaikan permintaan memang akan terjadi pada jenis solar menjadi 2.585 kl per hari atau hanya naik sekitar 4 persen dari kondisi normal sekitar 2.300 kl. Hanya saja permintaan itu dianggap tidak signifikan.
“Karena ini sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya maka Pertamina sudah siap dengan semua lonjakan permintaan. Kami siap memasok kebutuhan BBM ke seluruh SPBU melebihi proyeksi sebagai langkah antisipasi mulai tanggal 22 Desember hingga 8 januari mendatang,” tandasnya.
Kepala Seksi Lindungan Lingkungan Migas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Mustafa Wahab mengatakan, kuota BBM bersubsidi Sulsel pada 2013 ini sebanyak 1,41 KL dengan rincian premium sebesar 1,007 juta Kl dan kuota Solar sebesar 420.430 KL.
Pasokan ini diditribusikan di tiga unit terminal BBM di Sulsel dengan total 3500 KL per hari untuk 110 unit spbu. Untuk unit terminal Makassar yang membawahi kota Makassar dan beberapa kabupaten sampai ke kepulauan Selayar memiliki kuota 2000 KL perhari. Sementara sisanya 1500 KL, disitribusikan ke terminal Palopo dan Terminal Pare-Pare.
“Dengan penambahan dua persen atau sekitar 28 ribu KL, maka jumlah di tahun mendatang diperkirakan mencapai 1,44 juta KL,” ungkapnya, Senin (30/12/2013).
Dia menjelaskan, penetapan kuota BBM bersubsidi 2014 menjadi wewenang Badan Pengatur Kegiatan Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas). Hal tersebut karena penetapan dan perencanaan kuota ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, dengan adanya peningkatan kuota diharapkan mampu mengcover pertumbuhan kendaraan bermotor di Sulsel yang terus meningkat tajam.
Mustafa menambahkan, kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini tersisa 170 Kilo Liter (Kl). Dari 170 KL tersebut, premium tinggal 140 ribu KL sedang Solar sebanyak 30 ribu Kl. Sayangnya dari kuota yang diberikan ini, terdapat tiga kabupaten yang over target yakni Selayar dengan kelebihan penggunaan 32 KL, Jeneponto 227 KL dan Gowa yang penggunaan melebihi hingga 382 KL.
“Kami prediksi perkirakan penggunaan BBM hingga akhir tahun tidak akan cukup, khususnya Solar karena beberapa Kabupaten sudah melebihi kuota. Tapi jangan khawatir karena BPH Migas akan tetap melakukan penambahan kuota,” jelasnya.
Retail Fuel Marketing Manager Peramina Upms VII Umar Chotib mengatakan, saat ini pertamina hanya sebatas operator saja sehingga tidak lagi berwenang dalam penentuan jumlah Kuota BBM bersubsidi ke setiap daerah.
“Kalau berbicara kuota pasti sudah ada hitung-hitungannya. Tapi kami hanya bertugas untuk memastikan distribusi BBM berdasarkan kuota itu sampai kemasyarakat. Tidak lebih,” ungkapnya.
Dia memprediksi kenaikan permintaan memang akan terjadi pada jenis solar menjadi 2.585 kl per hari atau hanya naik sekitar 4 persen dari kondisi normal sekitar 2.300 kl. Hanya saja permintaan itu dianggap tidak signifikan.
“Karena ini sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya maka Pertamina sudah siap dengan semua lonjakan permintaan. Kami siap memasok kebutuhan BBM ke seluruh SPBU melebihi proyeksi sebagai langkah antisipasi mulai tanggal 22 Desember hingga 8 januari mendatang,” tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :