Ispat dan Krakatau Steel minta perlindungan KPPI

Selasa, 21 Januari 2014 - 12:56 WIB
Ispat dan Krakatau Steel...
Ispat dan Krakatau Steel minta perlindungan KPPI
A A A
Sindonews.com - Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) menerima permohonan dari PT Ispat Indo dan PT Krakatau Steel (Persero), Tbk pada 23 Desember 2013 untuk melakukan penyelidikan atas lonjakan jumlah impor barang yang dimintakan perlindungan.

Barang-barang tersebut adalah Batang dan Batang Kecil, Dicanai Panas, Dalam Gulungan yang Putarannya Tidak Beraturan, dari Besi atau Baja Bukan Paduan, atau dari Baja Paduan Lainnya, dengan nomor Harmonized System (HS.) 7213.91.10.00, 7213.91.20.00, 7213.91.90.00, 7213.99.10.00, 7213.99.20.00, 7213.99.90.00, dan 7227.90.00.00.

Menurut Ketua KPPI Ernawati, permohonan tersebut didasarkan pada klaim bahwa PT Ispat Indo dan PT Krakatau Steel selaku pemohon telah mengalami kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang diakibatkan oleh lonjakan jumlah impor barang yang dimintakan perlindungan dimaksud.

Ernawati menjelaskan, setelah melakukan penelitian terhadap permohonan tersebut, KPPI memperoleh bukti awal tentang lonjakan jumlah impor barang yang dimintakan perlindungan dari 2009 hingga 2013 (Januari-Juni), dan kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami oleh pemohon akibat lonjakan jumlah impor barang yang dimaksud.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor barang yang dimintakan perlindungan pada 2009 sebesar 155.986 ton. Kemudian, pada 2010 mengalami lonjakan menjadi sebesar 222.876 ton, 2011 sebesar 254.595 ton, dan pada 2012 menjadi 444.701 ton.

Jumlah impor cenderung terus melonjak pada 2013 (Januari-Juni) yaitu sebesar 379.430 ton. “Lonjakan jumlah impor barang yang dimintakan perlindungan berdampak negatif pada pemohon. Hal tersebut terlihat dalam pangsa pasar pemohon yang terdesak oleh pangsa pasar impor,” ujar Ernawati dalam rilisnya, Selasa (21/1/2014).

Berkaitan hal tersebut, mulai 17 Januari 2014, KPPI memulai penyelidikan atas lonjakan jumlah impor barang yang dimintakan perlindungan tersebut.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baja Nasional, Mutu...
Baja Nasional, Mutu Global: Krakatau Steel Bidik Kepercayaan Pasar
Raker Penyelamatan Industri...
Raker Penyelamatan Industri Baja Nasional Ditunda
Perlu Strategi Perkuat...
Perlu Strategi Perkuat Industri Baja Nasional Disaat Pandemi COVID-19
Sikap Tegas Pemerintah...
Sikap Tegas Pemerintah Ditunggu Soal Banjir Baja Impor
Tanpa Perlindungan Pemerintah,...
Tanpa Perlindungan Pemerintah, 100 Ribu Tenaga Kerja Industri Baja Terancam PHK
Kondisi Industri Baja...
Kondisi Industri Baja Nasional: Banjir Produk Luar atau Ketergantungan Impor?
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
47 menit yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
1 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
2 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
3 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved