SBY: Uang negara Rp1 pun harus dipertanggungjawabkan

Rabu, 22 Januari 2014 - 15:33 WIB
SBY: Uang negara Rp1...
SBY: Uang negara Rp1 pun harus dipertanggungjawabkan
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengemukakan, meskipun dalam 10 tahun terakhir ini progress penertiban administrasi keuangan baik yang dilaksanakan jajaran pemerintah maupun non pemerintah telah menunjukkan kemajuan yang nyata, tugas dan tantangan Badan Pengawas Keuangan (BPK) dan pemerintah semakin besar.

“Di satu sisi ekonomi kita tumbuh, penerimaan negara meningkat dan APBN serta APBD makin besar tapi di sisi lain mari kita pastikan uang negara itu satu rupiahpun dapat dipertanggungjawabkan. Tidak ada penyimpangan, dan semuanya digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat Indonesia,” kata SBY saat menyaksikan penandatanganan Komitmen Bersama 'Peningkatan Akuntabilitas Keuangan Negara' di Auditorium Gedung BPK, Jakarta, Rabu (22/1/2014).

SBY mengisahkan, pada awal 2007 lalu, ia meminta data kepada Menteri Keuangan tentang aset-aset negara dan juga tentang isu rekening liar. Namun, waktu itu data itu belum betul-betul well consolidated belum siap benar. Oleh karena itu, pada 2007 itu pula, SBY mengeluarkan instruksi kepada Menteri Keuangan untuk menertibkan yang disebut rekening liar menjadi rekening yang sah.

Presiden menyampaikan, pendataan aset negara meskipun belum rampung, tapi sudah banyak yang ditertibkan, yang tadinya antah berantah siapa yang memiliki, siapa yang mengelola dan apa kegunaannya, telah ditertibkan.

“Saya ingin makin ke depan penertiban ini terus dilakukan, dan pada saatnya nanti negara ini akan memiliki data yang sahih dan valid menyangkut bukan hanya keunagan negara tapi juga aset negara,” tutur SBY.

Dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono dan para pimpinan lembaga negara ini, SBY mengemukakan, dalam 9 tahun lebih ini ekonomi Indonesia tumbuh pesat, pendapatan juga meningkat secara signifikan, sehingga APBN dan APBD meningkat dengan pesat. Jika pada 2005 lalu, APBN nilainya masih sekitar Rp400 triliun lebih, tahun ini mendekati Rp2.000 triliun.

“Ini kita syukuri, tetapi tantangannya adalah besarnya APBN dan APBD dan termasuk transfer dana ke daerah yang dulu kecil sekarang pusat ke daerah jumlahnya lebih dari Rp600 triliun sehingga diperlukan pemeriksaan dan pengawasan yang lebih baik dan lebih efektif, lebih objektif bukan hanya sesuatu yang manual dan bahkan harus beralih menggunakan system yang sudah dikenalkan oleh BPK e-audit yang terbebas dari kekeliruan dan penyimpangan dalam pemeriksaan dan pengawasan itu,” paparnya.

Namun SBY mengingatkan, kalau APBN lebih Rp2.000 triliun ada kebocoran 1 persen saja, itu sudah Rp20 triliun, kalau kebocoran, penyimpangan bahkan korupsi itu setara dengan 10 persen jumlahnya sudah Rp200 triliun rupiah.

Karena itu, kata SBY, tugas dan tantangan BPK, tugas dan tantangan kita semua akan makin besar di masa depan, karena di satu sisi ekonomi kita tumbuh, penerimaan negara meningkat dan APBN serta APBD makin besar tapi di sisi lain mari kita pastikan uang negara itu satu rupiahpun dapat dipertanggungjawabkan. Tidak ada penyimpangan dan semuanya digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat Indonesia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rekening Diblokir PPATK,...
Rekening Diblokir PPATK, BNI Jamin Data dan Dana Nasabah Aman
Bekukan Rekening Nganggur...
Bekukan Rekening Nganggur 3 Bulan, PPATK Didukung Perbankan
Polisi Singapura Kini...
Polisi Singapura Kini Bisa Menyita Rekening Bank, Ini Pasalnya
Aktivasi Rekening Dormant,...
Aktivasi Rekening Dormant, BNI Permudah Tanpa Biaya
Mengenal Apa Itu Rekening...
Mengenal Apa Itu Rekening Dormant yang Jadi Motif Pembunuhan Kacab Bank
3 Fakta Penyimpangan...
3 Fakta Penyimpangan Rekening Nganggur: Dana Bansos Mengendap Rp2,1 Triliun
Berita Terkini
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
22 menit yang lalu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
49 menit yang lalu
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
1 jam yang lalu
Pengetatan Standar Migrasi...
Pengetatan Standar Migrasi BPA Galon Polikarbonat Dipertanyakan, Pakar: Perlu Ada Studi
1 jam yang lalu
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
1 jam yang lalu
Astra Gelar RUPSLB,...
Astra Gelar RUPSLB, Kantongi Restu Buyback Rp8 Triliun dan Program Saham Manajemen
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved