BI komitmen kembangkan UMKM di DIY

Kamis, 06 Februari 2014 - 17:12 WIB
BI komitmen kembangkan...
BI komitmen kembangkan UMKM di DIY
A A A
Sindonews.com - Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran sentral dalam struktur perekonomian nasional. Pada 2013 lalu, UMKM mampu menyerap 90,9 juta jiwa atau 97,3 persen dari kesempatan kerja dengan total unit usaha mencapai 51,3 juta.

Untuk itulah Bank Indonesia (BI) akan komitmen mendukung pertumbuhan UMKM yang ada di DIY. "UMKM juga cukup tahan terhadap krisis ekonomi dan memberikan 55,6 persen terhadap PDRB," ujar Kepala Perwailan Bank Indonesia DIY, Arief Budi Santoso saat Penyerahan Bantuan Program Sosial Bank Indonesia sekaligus meresmikan gudang KSU Jatirogo, Kamis (6/2/14).

Di kabupaten Bantul, program sosial BI diwujudkan dengan program klaster Jamur Merang, program ketahanan pangan komoditas beras melalui pola integrated farming system, dan replikasi implementasi IFS gapoktan di Imogiri. Sebelumnya telah dilakukan pengembangan kerajinan kulit di Dusun manding.

Di Kulonprogo program ini diwujudkan dengan program ketahanan pangan komoditas cabai, program pengembangan komoditas unggulan gula semut sampai dengan kerajinan tembaga sepuh perak dan kerajinan batik.

"Pengembangan gula semut ini mulai dari penguatan SDM, legalisasi produk sampai dengan penguatan kapasitas produksi melalui pembangunan gudang, dapur higienis dan alat produksi," jelasnya.

Sementara di Gunungkidul, melalui pengembangan komoditas kambing bligon. Di Kota Yogyakarta diwujudkan dengan mengakat besarnya potensi usaha kreatif dengan mendukung gerakan wirausaha nasional melalui seleksi wirausaha baru.

"Kedepan kita juga akan mengembangan padi menur di Kulonprogo dan Kakao di Gunungkidul dan sapi perah di Sleman," ujarnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, tanaman kelapa merupakan produk tanaman unggulan, yang mampu menghasilkan nira hingga diolah menjadi gula semut (brown sugar). Untuk menghasilkan nira ini, ada sekitar 6.000 penderes yang semuanya merupakan warga miskin.

"Kita ingin mengolah industri gula kelapa ini dari hulu sampai hilir agar kesejahteraan petani bisa meningkat," jelas Hasto.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
3 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
4 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
5 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
5 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
5 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
6 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved