ATEI: BK Mineral tak dukung hilirisasi

Jum'at, 07 Februari 2014 - 18:20 WIB
ATEI: BK Mineral tak...
ATEI: BK Mineral tak dukung hilirisasi
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Tembaga Emas Indonesia (ATEI) meminta Presiden SBY agar konsisten menjalankan Indonesia Incorporeted, karena bisnis mineral di Indonesia diprediksi akan mengalami penurunan.

Penurunan tersebut diakibatkan tidak tepatnya kebijakan pemerintah yang berdampak kepada tutup usaha, kredit macet, PHK, dan perekonomian daerah stagnan.

"Kita sangat menyayangkan justru di akhir pemerintahan, SBY mengeluarkan banyak kebijakan mineral yang kurang tepat dan tidak inovatif, sehingga dapat merusak bisnis mineral. Kepercayaan bisnis internasional terhadap pemerintah bisa berkurang dan akan berat untuk memulihkannya kembali," kata Ketua ATEI, Natsir Mansyur dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Menurutnya, pemerintah di negara yang inovatif, pembangunan smelter dinilai sebagai industri strategis bagi negara. Sehingga pengusaha yang mau membangun smelter dihargai dan diberikan insentif yang besar.

"Kalau Indonesia hanya jualan insentif berupa tax holiday dan tax allowance saja padahal itu sudah kurang zaman," ujarnya.

Pihaknya juga menyayangkan dengan adanya ketetapan Bea Keluar (BK) Mineral yang tinggi, sehingga tidak berpihak pada program hilirisasi mineral. Menurutnya, semangat pengusaha pribumi Indonesia untuk mengimplementasikan UU Minerba No 4/2009 menjadi sirna.

"Artinya, UU ini tidak bisa jalan karena ada kebijakan pemerintah yang tidak akomodatif. Misalnya penetapan bea keluar, padahal jaminan uang mendirikan smelter di negara lain tidak ada jaminan," kata Natsir.

Bisnis industri mineral, lanjut dia, juga ada di negara lain yang lebih akomodatif, infrastruktur, dan energi tersedia serta lembaga pembiayaannya yang baik. Tapi, di Indonesia penunjang bisnis industri mineral dinilai masih kurang.

Atas permasalahan BK yang tidak mendukung pada hilirisasi, ATEI mempersilakan pebisnis mineral untuk menempuh jalur hukum arbitrase internasional, MA dan MK lantaran ruang bicara pemerintah sudah tertutup.

"ATEI meminta kepada para pihak yang berwenang melakukan audit investigasi bila diperlukan. Jangan sampai ada pihak yang diuntungkan secara ilegal. Karena masalah ini cukup aneh," jelasnya.

Semangat UU Minerba ini merah putih, kata Natsir, pengusaha mendukung program hilirisasi mineral membangun smelter. Tapi jika pemerintah tidak inovatif dan akomodatif dalam mengimplementasikan UU Minerba, maka semangat pengusaha membangun smelter menjadi luntur.

Natsir mengatakan, berdasarkan laporan yang dihimpun, potensi kredit macet untuk mineral, seperti bauksit, nikel, tembaga, pasir besi, biji besi mencapai Rp45 triliun diikuti dampak setoran APBD berkurang serta tutupnya usaha penunjang bisnis mineral di daerah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Teatrikal Tolak...
Aksi Teatrikal Tolak Revisi UU Minerba
UU Minerba, Antara Kritik...
UU Minerba, Antara Kritik Pengamat dan Pembelaan DPR
Taipan Batubara Disebut...
Taipan Batubara Disebut Muluskan Jalan Pengesahan UU Minerba
UU Minerba Akan Digugat...
UU Minerba Akan Digugat ke MK, Berikut Poin-poin Pasal Bermasalah
DPR Sahkan RUU Minerba...
DPR Sahkan RUU Minerba Jadi UU, Firnando: Kado Buat Rakyat
Dua Pasal Revisi UU...
Dua Pasal Revisi UU Minerba Jadi Sorotan Pengusaha
Berita Terkini
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
8 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
24 menit yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
1 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
1 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
1 jam yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved