Kebangkrutan Merpati, kegagalan pemerintah

Selasa, 11 Februari 2014 - 13:16 WIB
Kebangkrutan Merpati,...
Kebangkrutan Merpati, kegagalan pemerintah
A A A
Sindonews.com - Sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), nasib PT Merpati Nusantara Airlines (Perser) akan sangat bergantung pada keseriusan dan konsistensi dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Pengamat penerbangan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Arista Admadjati mengatakan, ketegasan Menteri Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi kunci utama mengakhiri sakit Merpati.

"Merpati itu kan BUMN, gagalnya Merpati ya berarti kegagalan pemerintah juga. Harusnya pemerintah turun penuh membina BUMN-nya," terang Arista kepada Sindonews, Selasa (11/2/2014).

Menurutnya, selain komitmen, kecekatan dan menyegerakan putusan untuk mencairkan suntikan dana bagi BUMN yang tengah sakit, sangat diperlukan agar Merpati dapat kembali mengudara.

"Harus cepat, karena izin penerbangannya bisa-bisa keburu dicabut kalau terlalu lama berhenti operasi," ujarnya.

Seperti diketahui, Merpati memiliki utang yang sangat besar ke sejumlah pihak yang jumlahnya lebih dari Rp6,7 triliun. Sebesar 75 persen di antaranya kepada pemerintah, dan BUMN seperti Pertamina dan Angkasa Pura, serta Bank Mandiri. Saat ini pesawat Merpati yang beroperasi tinggal empat unit.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Tengku Burhanuddin menilai, masalah bangkrutnya Merpati berasal dari silih bergantinya jajaran direksi dalam manajemen.

Selain itu, permasalahan di dalam manajemen Merpati karena adanya campur tangan sejumlah kepentingan dalam pengambilan keputusan di manajemen. Pada 2001, perseroan memutuskan menggunakan pesawat yang tidak komersial sehingga menimbulkan utang yang menumpuk.

"Saat itu permasalahan Garuda Indonesia lebih ke masalah keuangan bukan operasional, Kementerian BUMN lantas menurunkan ahli keuangan Robby Djohan dengan restrukturisasi utang. Sayangnya pemegang saham (pemerintah) tidak menurunkan ahli keuangan dalam jajaran direksi Merpati, namun lebih ke operasional dan ahli marketing," kata Tengku beberapa waktu lalu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sah! Merpati Airlines...
Sah! Merpati Airlines Resmi Dinyatakan Pailit
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap Alasan Pembubaran Merpati Airlines
Bangkrut, Merpati Airlines...
Bangkrut, Merpati Airlines Tinggalkan Utang Rp10,9 Triliun
Intip Sejarah Merpati...
Intip Sejarah Merpati Airlines, Maskapai Kebanggaan yang Kini Bangkrut
Jokowi Resmi Bubarkan...
Jokowi Resmi Bubarkan Merpati Airlines, Segini Pesangon Eks Karyawan
PP Diteken Jokowi, Maskapai...
PP Diteken Jokowi, Maskapai Merpati Nusantara Airlines Resmi Bubar
Berita Terkini
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
48 menit yang lalu
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
1 jam yang lalu
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
2 jam yang lalu
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
6 jam yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
6 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved