Bank Permata bidik fee based income tumbuh 30%

Selasa, 11 Februari 2014 - 19:40 WIB
Bank Permata bidik fee...
Bank Permata bidik fee based income tumbuh 30%
A A A
Sindonews.com - PT Bank Permata Tbk (BNLI) menargetkan pendapatan berbasis biaya (fee based income/FBI) tumbuh 30 persen tahun ini. Hal ini sejalan dengan strategi perseroan dalam memperkuat layanan transaksi perbankan dalam menyambut masyarakat ekonomi ASEAN.

Head Transaction Banking BNLI, Rudy Tanjung mengatakan, kontribusi transaksi trading masih mendominasi FBI mencapai 60 persen. Hal ini wajar karena perseroan memang memperkuat layanan tranaksi trading ekspor impor dibandingkan dana tunai.

Setidaknya, dalam tiga tahun terakhir perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan trading 30 persen. Tahun lalu perseroan mencatatkan nilai transaksi USD25 juta. "Kami memang mengandalkan layanan transaksional, khususnya untuk trading. Namun kondisinya masih didominasi bisnis impor sebesar 70 persen dibandingkan ekspor," ujar Rudy di Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Dia menuturkan, dengan kondisi rupiah yang melemah saat ini justru seharusnya memanfaatkan transaksi ekspor ke luar negeri. Namun pihaknya kesulitan memperbesar nilai ekspor karena secara nasional nilai ekspor masih defisit, sedangkan pemerintah belum mendorong ekspor secara siginfikan.

Ke depan pihaknya akan melakukan pendataan kebutuhan eksportir sehingga dapat dilakukan mendiversifikasi produk layanan yang tepat. "Kami ingin cek kebutuhan dengan kesiapan layanan pada kami. Kami ingin melayani nasabah secara penuh, sehingga dapat bersaing dengan kompetitor," katanya.

Selain itu, perseroan juga menargetkan akan dapat menyeimbangkan ekspor dengan impor dalam dua tahun ke depan. Salah satu sektor andalan yang dibidik adalah komoditas. Sektor ini disebutnya potensial untuk mempercepat transaksinya dalam waktu dekat. "Impor terlalu banyak issue nya, sehingga ekspor lebih potensial," ujarnya.

Rencana memperkuat FBI merupakan pilihan bagi perbankan dalam menghadapi aturan Bank Indonesia (BI) yang menghendaki pertumbuhan aset 15-17 persen, sedangkan pendapatan harus tumbuh 25 persen. Bisnis transaksi perseroan akan didukung target pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 25 persen tahun ini.

Pada November tahun lalu, perseroan mencatatkan DPK mencapai Rp47 triliun dari 1.200 nasabah dengan komposisi deposito berjangka sebesar 70 persen. "Kami juga ingin menurunkan porsi dana mahal kami tahun ini walaupun tidak mudah namun sangat dibutuhkan," pungkas Rudy.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Laba Permatabank Tumbuh...
Laba Permatabank Tumbuh 24,2% di Smester I 2020
Bank Permata Naik Jadi...
Bank Permata Naik Jadi BUKU 4 Akhir Tahun 2020
Permata Learning Week...
Permata Learning Week Gelar 16 Sesi Secara Hybrid dari Permata Bank Bintaro
Bangkok Bank Akuisisi...
Bangkok Bank Akuisisi Bank Permata Rp33,66 Triliun
Diakusisi Bangkok Bank,...
Diakusisi Bangkok Bank, Bank Permata Perkuat Kinerja
Bank Permata Terima...
Bank Permata Terima Dividen Rp193 Miliar dari Anak Perusahaan
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
45 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved