Pemerintahan baru diharapkan bersinergi dengan pengusaha
Selasa, 25 Februari 2014 - 10:25 WIB
Pemerintahan baru diharapkan bersinergi dengan pengusaha
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintahan hasil Pemilu 2014 diharapkan bisa bersinergi dengan para pengusaha untuk menjaga kestabilan politik dan kepastian bagi dunia usaha. Sehingga iklim usaha tetap kondusif bagi dunia usaha dan menarik investor.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Raja Sapta Oktohari menegaskan, pihaknya akan mendukung wakil rakyat dan pemimpin baru pada pemilu dan pemilihan presiden (pilpres) mendatang.
"Kami ingin pemerintah dan pengusaha bersinergi mengembangkan ekonomi nasional. Kami tidak mempermasalahkan siapa yang akan terpilih jadi presiden, yang penting bisa memikul amanah rakyat dan ada jaminan berusaha untuk mendorong tingkat kesejahteraan nasional," ujarnya di Jakarta, Senin (24/2/2014) malam.
Turut hadır Ketua Kompartemen Pendidikan dan Pelatihan Hipmi yang juga Ketua Panitia (Organizing Committe) Diklatnas Hipmi-Lemhanas Masbukhin Pradhana, dan Sekretaris Steering Committe Diklatnas Hipmi-Lemhanas Adrian singawinata.
Okto mengungkapkan, Hipmi telah bertemu dengan lima calon presiden (capres) untuk mendengar visi dan misinya dalam pertemuan yang diikuti 125 pengusaha Hipmi pada Pendidikan dan Pelatihan tingkat Nasional (Diklatnas) Hipmi-Lemhanas angkatan III beberapa waktu lalu.
Kelima calon presiden yang menghadri diklatnas tersebut adalah Hatta Rajasa (PAN), Aburizal Bakrie (Golkar), Irman Gusman (Konvensi Demokrat) dan Prabowo Subianto (Gerindra).
"Tujuan kami ingin benar-benar memahami konsep kebangsaan serta visi mereka tentang ke-Indonesiaan ke depan," katanya.
Menurut dia, pada umumnya semua capres tersebut memahami apa yang dihadapi dan dilakukan para pengusaha termasuk dari Hipmi. Mereka menyatakan siap memperhatikan dan memberi tempat khusus dengan kehadiran pengusaha dalam perekonomian nasional.
"Kelimanya punya mimpi yang sama, yakni Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar menuju 10 besar ekonomi dunia," ujar Okto.
Pihaknya berharap seluruh anggota Hipmi mampu menjadi pemilih rasional berdasarkan program-program serta visi-misi Capres yang akan bertarung di pemilu 2014.
Dia juga mengingatkan, dalam waktu dekat ketangguhan pengusaha-pengusaha muda, khususnya anggota Hipmi akan diuji dengan pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC) 2015.
Sebagai kunci dari dua positioning AEC 2015, Okto mengingatkan bahwa pengusaha muda dan pengusaha pemula harus meningkatkan daya saing, kemampuan, dan strtategi bisnis. Selain itu, pemerintah juga diharapkan mampu menjaga stabilitas perekonomian dan politik di tengah hingar bingar politik.
"Ketika Pemilu usai, AEC 2015 sudah diberlakukan. Jangan sampai kita melupakan agenda perekonomian yang dampaknya lebih besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Raja Sapta Oktohari menegaskan, pihaknya akan mendukung wakil rakyat dan pemimpin baru pada pemilu dan pemilihan presiden (pilpres) mendatang.
"Kami ingin pemerintah dan pengusaha bersinergi mengembangkan ekonomi nasional. Kami tidak mempermasalahkan siapa yang akan terpilih jadi presiden, yang penting bisa memikul amanah rakyat dan ada jaminan berusaha untuk mendorong tingkat kesejahteraan nasional," ujarnya di Jakarta, Senin (24/2/2014) malam.
Turut hadır Ketua Kompartemen Pendidikan dan Pelatihan Hipmi yang juga Ketua Panitia (Organizing Committe) Diklatnas Hipmi-Lemhanas Masbukhin Pradhana, dan Sekretaris Steering Committe Diklatnas Hipmi-Lemhanas Adrian singawinata.
Okto mengungkapkan, Hipmi telah bertemu dengan lima calon presiden (capres) untuk mendengar visi dan misinya dalam pertemuan yang diikuti 125 pengusaha Hipmi pada Pendidikan dan Pelatihan tingkat Nasional (Diklatnas) Hipmi-Lemhanas angkatan III beberapa waktu lalu.
Kelima calon presiden yang menghadri diklatnas tersebut adalah Hatta Rajasa (PAN), Aburizal Bakrie (Golkar), Irman Gusman (Konvensi Demokrat) dan Prabowo Subianto (Gerindra).
"Tujuan kami ingin benar-benar memahami konsep kebangsaan serta visi mereka tentang ke-Indonesiaan ke depan," katanya.
Menurut dia, pada umumnya semua capres tersebut memahami apa yang dihadapi dan dilakukan para pengusaha termasuk dari Hipmi. Mereka menyatakan siap memperhatikan dan memberi tempat khusus dengan kehadiran pengusaha dalam perekonomian nasional.
"Kelimanya punya mimpi yang sama, yakni Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar menuju 10 besar ekonomi dunia," ujar Okto.
Pihaknya berharap seluruh anggota Hipmi mampu menjadi pemilih rasional berdasarkan program-program serta visi-misi Capres yang akan bertarung di pemilu 2014.
Dia juga mengingatkan, dalam waktu dekat ketangguhan pengusaha-pengusaha muda, khususnya anggota Hipmi akan diuji dengan pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC) 2015.
Sebagai kunci dari dua positioning AEC 2015, Okto mengingatkan bahwa pengusaha muda dan pengusaha pemula harus meningkatkan daya saing, kemampuan, dan strtategi bisnis. Selain itu, pemerintah juga diharapkan mampu menjaga stabilitas perekonomian dan politik di tengah hingar bingar politik.
"Ketika Pemilu usai, AEC 2015 sudah diberlakukan. Jangan sampai kita melupakan agenda perekonomian yang dampaknya lebih besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :