Ingin naikkan royalti, pemerintah tak libatkan pengusaha

Selasa, 25 Februari 2014 - 17:08 WIB
Ingin naikkan royalti,...
Ingin naikkan royalti, pemerintah tak libatkan pengusaha
A A A
Sindonews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menaikan tarif royalti hingga 13,5 persen untuk pemegang kontrak Izin Usaha Pertambangan (IUP) setara dengan pemegang Penambang Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) menilai rencana itu akan memberatkan pengusaha dan membuat bisnis tak kompetitif ketika harga batu bara Indonesia di bawah USD100 per ton.

Direktur Eksekutif Indonesian Mining and Energy Studies (IMES) Erwin Usman menegaskan, pembahasan itu terkesan tak melibatkan pelaku usaha.

"Rencana kenaikan itu sebaiknya dilakukan dengan prinsip pelibatan partisipasi aktif para user, dalam hal ini rekanan pemegang IUP atau asosiasinya sebab mereka yang paling terkena dampak jika ada perubahan kebijakan royalti ini," ujar Erwin dalam keterangannya, Selasa (25/2/2014).

Dia menilai, ketimbang menaikkan royalti akan lebih baik penerimaan royalti dari sektor pertambangan terutama dari pemegang KK dan PKP2B dimaksimalkan.

Dari analisa dan data KPK sampai dengan akhir Desember 2013 banyak perusahaan tambang belum menyetorkan royaltinya. "Sehingga menimbulkan kerugian penerimaan negara yang cukup besar, ini saja dulu dikejar ketimbang menaikkan royalti," tandas dia.

Rencana kenaikan royalti ini juga sudah ditolak forum komunikasi pengusaha tambang Aceh. Para pengusaha Aceh keberatan dengan besarnya biaya tersebut karena mereka juga harus membayar pajak royalti sebesar 7 persen untuk pemerintah daerah dan royalti pengembangan masyarakat.

Royalti 7 persen tersebut diatur dalam peraturan daerah (qanun) tahun 2013 yang mengharuskan pengusaha tambang Aceh membayar pajak 5 persen untuk pemerintah daerah dan 2 persen untuk dana pengembangan masyarakat.

"Total biaya pajak sebesar 20,5 persen memberatkan pengusaha," tutur Ketua Bidang Umum Forum Komunikasi Pengusaha Tambang Aceh Zen Zaeni Achmad.

AdDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Supriyatna Suhala dalam kesempatan yang sama mengatakan, jika pemerintah pusat benar-benar menaikkan royalti harus ada pengecualian untuk Aceh.

"Ini biar enggak double. Kalau Aceh ikut, tetapkan harga yang sehat, mesti win-win solution," pungkasnya.

Para pengusaha tambang Aceh yang tergabung dalam APBI mengatakan idealnya besaran royalti yang dikenakan sebesar 8 persen-9 persen.

"Soalnya, margin pengusaha dari produksi sekitar 10 persen-12 persen. Kalau lebih dari itu kami merugi," tutur Ketua Forum Komunikasi Pengusaha Tambang Aceh Rizal Kasli.‬
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian ESDM Siapkan...
Kementerian ESDM Siapkan Aturan Pertambangan Terkait Mobil Listrik
Kementerian ESDM Akan...
Kementerian ESDM Akan Tertibkan RKAB Perusahaan yang Terkait Peti
Kementerian ESDM: Pertambangan...
Kementerian ESDM: Pertambangan Tanpa Izin Perlu Jadi Perhatian Bersama
Tanggulangi PETI, APBI...
Tanggulangi PETI, APBI Dukung Dibentuknya Unit Khusus Penegakan Hukum di Kementerian ESDM
Kementerian ESDM Keluarkan...
Kementerian ESDM Keluarkan 8 Jurus agar Pertambangan Tak Dilindas Zaman
Dirjen Minerba Lepas...
Dirjen Minerba Lepas Tim Garuda Rescue Nusantara untuk Berlaga di MERC 2025 Australia
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
2 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
4 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
5 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
6 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
6 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
9 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved