Penjelasan Dinas ESDM Jabar soal Gunung Ciremai
Selasa, 04 Maret 2014 - 10:39 WIB
Penjelasan Dinas ESDM Jabar soal Gunung Ciremai
A
A
A
Sindonews.com - Isu penjualan Gunung Ciremai cukup menghentak publik. Bagaimana tidak, isu itu muncul begitu saja dan langsung menyebar di antaranya melalui Facebook dan Blackberry Messenger (BBM). Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat pun ikut angkat suara untuk meredam isu itu agar tidak semakin liar.
Di lokasi, sebenarnya akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Itu pun di luar area Taman Nasional Gunung Ciremai. Titik-titik panas bumi pun sudah ditentukan.
"Terkait pengelolaan listrik panas bumi di dunia dan Indonesia, sejauh ini aman, ramah lingkungan, dan tidak berbahaya," kata Kepala Dinas ESDM Jawa Barat, Sumarwan HS, Selasa (4/3/2014).
Itu sekaligus menegaskan bahwa isu yang menyatakan bahwa eksploitasi geothermal akan berdampak negatif dan mencemari lingkungan. "Bahkan kabar kalau Ciremai diawasi BIN dan CIA itu tidak benar," ucapnya.
Sumarwan membenarkan jika pemenang tender proyek itu adalah PT Chevron. "Tapi karena Gubernur Jawa Barat ingin agar dalam pelaksanaannya swasta nasional terlibat, maka dibentuklah perusahaan konsorsium agar asing tidak menguasai seluruh proyek ini," tuturnya.
Angka Rp60 triliun pun jauh di luar angka wajar dan perhitungan investasi PLTP. "Nilai PLTP Ciremai diprediksi hanya membutuhkan dana Rp5 triliun dengan hitungan 1,5 MW. Itu pun murni dana investasi mereka (Chevron)," pungkasnya.
Di lokasi, sebenarnya akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Itu pun di luar area Taman Nasional Gunung Ciremai. Titik-titik panas bumi pun sudah ditentukan.
"Terkait pengelolaan listrik panas bumi di dunia dan Indonesia, sejauh ini aman, ramah lingkungan, dan tidak berbahaya," kata Kepala Dinas ESDM Jawa Barat, Sumarwan HS, Selasa (4/3/2014).
Itu sekaligus menegaskan bahwa isu yang menyatakan bahwa eksploitasi geothermal akan berdampak negatif dan mencemari lingkungan. "Bahkan kabar kalau Ciremai diawasi BIN dan CIA itu tidak benar," ucapnya.
Sumarwan membenarkan jika pemenang tender proyek itu adalah PT Chevron. "Tapi karena Gubernur Jawa Barat ingin agar dalam pelaksanaannya swasta nasional terlibat, maka dibentuklah perusahaan konsorsium agar asing tidak menguasai seluruh proyek ini," tuturnya.
Angka Rp60 triliun pun jauh di luar angka wajar dan perhitungan investasi PLTP. "Nilai PLTP Ciremai diprediksi hanya membutuhkan dana Rp5 triliun dengan hitungan 1,5 MW. Itu pun murni dana investasi mereka (Chevron)," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :