Laba bersih Antam 2013 merosot 86,26%
Rabu, 05 Maret 2014 - 14:56 WIB
Laba bersih Antam 2013 merosot 86,26%
A
A
A
Sindonews.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sepanjang tahun lalu mencatat penurunan laba bersih mencapai 86,29 persen menjadi Rp409,94 miliar dibanding 2012 sebesar Rp2,99 triliun.
Dalam laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/3/2014) terungkap bahwa anjloknya laba bersih akibat meningkatnya beban, tidak adanya keuntungan atas penyesuaian nilai wajar dan dividen seperti tahun sebelumnya.
Penjualan perseroan sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp11,3 triliun atau naik 8,13 persen dibanding 2012 senilai Rp10,45 triliun. Naiknya penjualan diikuti naiknya beban pokok penjualan menjadi Rp9,68 triliun dari Rp8,43 triliun.
Akibatnya, laba kotor perseroan susut menjadi Rp1,62 triliun dari Rp2,02 triliun. Laba kotor perusahaan digerus beban usaha yang meningkat menjadi Rp1,19 triliun dari sebelumnya Rp1,13 triliun, sehingga laba usaha perseroan merosot lebih dari setengahnya menjadi Rp421,03 miliar dibanding 2012 sebesar Rp895,86 miliar.
Sementara pada tahun lalu, perusahaan tambang pelat merah tersebut mencatat kerugian entitas asosiasi dan pengendalian bersama sebesar Rp181,01 miliar dari tahun sebelumnya yang mencatat untung Rp115,1 miliar.
Di samping itu, ANTM tidak mendapat keuntungan atas penyesuaian nilai wajar di tahun ini, di mana pada tahun lalu membukukan keuntungan mencapai Rp2,48 triliun. Selain itu, perseroan pada tahun lalu tidak mendapat dividen, dibanding tahun sebelumnya memperoleh dividen senilai Rp375,43 miliar dari PT Nusa Halmahera Mineral.
Perseroan pada 2013 juga mencatat beban lain-lain bersih sebesar Rp214,77 miliar dibanding 2012 mencatat penghasilan senilai Rp93,52 miliar. Akibatnya, total beban lain-lain bersih persereoan pada tahun lalu tercatat sebesar Rp553,96 miliar, sedangkan tahun 2012 membukukan penghasilan lain-lain bersih mencapai Rp3 triliun.
Harga saham ANTM pagi tadi dibuka pada level Rp1.060 per saham. Angka tersebut naik 20 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp1.040 per saham.
Dalam laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/3/2014) terungkap bahwa anjloknya laba bersih akibat meningkatnya beban, tidak adanya keuntungan atas penyesuaian nilai wajar dan dividen seperti tahun sebelumnya.
Penjualan perseroan sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp11,3 triliun atau naik 8,13 persen dibanding 2012 senilai Rp10,45 triliun. Naiknya penjualan diikuti naiknya beban pokok penjualan menjadi Rp9,68 triliun dari Rp8,43 triliun.
Akibatnya, laba kotor perseroan susut menjadi Rp1,62 triliun dari Rp2,02 triliun. Laba kotor perusahaan digerus beban usaha yang meningkat menjadi Rp1,19 triliun dari sebelumnya Rp1,13 triliun, sehingga laba usaha perseroan merosot lebih dari setengahnya menjadi Rp421,03 miliar dibanding 2012 sebesar Rp895,86 miliar.
Sementara pada tahun lalu, perusahaan tambang pelat merah tersebut mencatat kerugian entitas asosiasi dan pengendalian bersama sebesar Rp181,01 miliar dari tahun sebelumnya yang mencatat untung Rp115,1 miliar.
Di samping itu, ANTM tidak mendapat keuntungan atas penyesuaian nilai wajar di tahun ini, di mana pada tahun lalu membukukan keuntungan mencapai Rp2,48 triliun. Selain itu, perseroan pada tahun lalu tidak mendapat dividen, dibanding tahun sebelumnya memperoleh dividen senilai Rp375,43 miliar dari PT Nusa Halmahera Mineral.
Perseroan pada 2013 juga mencatat beban lain-lain bersih sebesar Rp214,77 miliar dibanding 2012 mencatat penghasilan senilai Rp93,52 miliar. Akibatnya, total beban lain-lain bersih persereoan pada tahun lalu tercatat sebesar Rp553,96 miliar, sedangkan tahun 2012 membukukan penghasilan lain-lain bersih mencapai Rp3 triliun.
Harga saham ANTM pagi tadi dibuka pada level Rp1.060 per saham. Angka tersebut naik 20 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp1.040 per saham.
(rna)
Lihat Juga :