Jumlah kontraktor asing lebih banyak dibanding nasional

Rabu, 05 Maret 2014 - 17:48 WIB
Jumlah kontraktor asing...
Jumlah kontraktor asing lebih banyak dibanding nasional
A A A
Sindonews.com - Jumlah kontraktor asing di Indonesia yang terdaftar sebagai Badan Usaha Jasa Kontruksi Asing (BUJKA) sepanjang 2013 mencapai 302 BUJK. Jumlah tersebut masih lebih besar dibanding jumlah Badan Usaha Jasa Kontruksi Nasional yang tidak lebih dari 200 BUJK.

Kepala Badan Pembina Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto Husaeni mengatakan, besarnya jumlah kontraktor asing di Indonesia menunjukan pasar kontuksi nasional sangat diminati kontraktor asing dengan perputaran uang sekitar Rp400 triliun.

"Ini menunjukkan pasar kontruksi kita juga sangat diminati asing. Namun begitu, kami akan menyiapkan diri paling tidak dalam rangka menghadapi pasar global dan ASEAN yang sebentar lagi dengan cara memperketat aturan bagi kontraktor asing," ucap dia di Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (5/3/2014).

Hediyanto mengatakan, BUJK asing diwajibkan memiliki izin usaha jasa kontruksi dan sertifikat badan usaha dan diharuskan memilih salah satu bentuk entitas usaha, di antaranya mendirikan kantor perwakilan di indonesia, membentuk kerja sama operasi dengan badan usaha jasa kontruksi nasional dalam setiap pengerjaan kontruksi, serta mendirikan perusahaan joint venture dengan maksimal kepemilikan modal 55 persen untuk kontraktor dan 49 persen untuk konsultan kontruksi.

Dia mengungkapkan, selama 2013 terdapat enam BUJK asing yang ditutup karena tidak memenuhi ketentuan yang berlaku. Ini sudah diatur di dalam peraturan menteri no 36 tahun 2010.

Bentuk-bentuk pelanggaran yang selama ini ditemui antara lain tidak membentuk ikatan kerja sama operasi, melakukan subkontrak dengan BUJK asing atau BUJK penanaman modal asing, ditemukan tenaga kerja asing pada jabatan non manajerial serta tidak menyertakan tenaga kerja Indonesia sebagai pendamping dan tidak menyampaikan laporan kegiatan usaha tahunan.

"Bentuk sanksi kepada BUJK asing yang melanggar akan diberi peringatan tertulis, penghentian sementara pekerjaan, pembatasan kegiatan usaha serta larangan penggunaan sementara penggunaan hasil," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Pembinaan Sumber Daya Investasi Badan Pembinaan Kontruksi Kementerian pekerjaan Umum, Mochammad Natsir mengungkapkan, pekerjaan kontruksi untuk bidang-bidang pengerjaan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum masih didominasi oleh kontraktor asing memanfaatkan pinjaman dari negara kontraktor.

Dia mencontohkan, untuk proyek air minum di Jatigede kontraktornya berasal dari China, begitupun bantuan pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

"Khusus untuk negara-negara pemberi pinjaman memang otomatis kontraktor asingnya juga terdaftar. Namun, mereka juga diwajibkan bekerja sama dengan tenaga lokal kontruksi di Indonesia," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Duet Aswandi-Desiderius...
Duet Aswandi-Desiderius Viby Indrayana Pimpin ASPEKNAS
Dihantam Pandemi Covid-19,...
Dihantam Pandemi Covid-19, Pengusaha Konstruksi Ini Mampu Bertahan
Bisnis Konstruksi Terkendala...
Bisnis Konstruksi Terkendala Pandemi, Totalindo Tetap Bertahan
Mendorong Percepatan...
Mendorong Percepatan Regulasi dan Akses UMKM dalam Sektor Konstruksi
Penguatan Konstruksi...
Penguatan Konstruksi Industri dan Komersial Dorong Surabaya Jadi Pusat Bisnis Megapolitan
Sektor Jasa Konstruksi...
Sektor Jasa Konstruksi Kena Imbas Pelemahan Kurs Rupiah, Ini Tantangannya
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
12 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved