Pan Brother raih penjualan bersih USD339,7 juta
Jum'at, 07 Maret 2014 - 13:58 WIB
Pan Brother raih penjualan bersih USD339,7 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Pan Brother Tbk (PBRX) mencatatkan penjualan bersih per 31 Desember 2013 sebesar USD339,7 juta. Angka tersebut meningkat 18,52 persen dari penjualan bersih tahun sebelumnya dari USD286,6 juta.
Direktur Utama PBRX Ludijanto Setijo mengatakan, penjualan bersih pada 2013 lalu paling besar dikontribusikan oleh penjualan ekspor sebesar USD323,2 juta. Peningkatan penjualan ekspor tersebut naik 13,3 persen dari penjualan ekspor di 2012 dari USD285,1 juta.
“Sementara penjualan lokal mencapai USD16,4 juta dari USD1,5 juta pada penjualan tahun 2012,” kata Ludijanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/3/2014).
Saat ini, kontribusi penjualan bersih Pan Brother masih didominasi oleh bisnis garmen yang mengeskpor ke negara Amerika Serikat, Eropan, Asia, dan negara lainnya.
Dia melanjutkan, pada penjualan ekspor, garmen masih menjadi pemimpin pasar yakni sekitar USD315,8 juta. Sementara penjualan ekspor tekstil berkontribusi sebesar USD9,1 juta dan penjualan lokal tekstil menyumbang USD14,6 juta.
Ludijanto mengungkap, laba bersih perseroan mengalami peningkatan 50,7 persen dari USD6,9 juta pada 2012 menjadi USD10,48 juta di 2013. Laba kotor perseroan juga naik dari USD31,7 juta menjadi USD41,8 juta. Sedangkan aset perseroan tercatat sebesar USD169,6 juta atau naik 14,9 persen dari aset per 31 Desember 2012 sebesar USD147,5 juta.
Direktur Utama PBRX Ludijanto Setijo mengatakan, penjualan bersih pada 2013 lalu paling besar dikontribusikan oleh penjualan ekspor sebesar USD323,2 juta. Peningkatan penjualan ekspor tersebut naik 13,3 persen dari penjualan ekspor di 2012 dari USD285,1 juta.
“Sementara penjualan lokal mencapai USD16,4 juta dari USD1,5 juta pada penjualan tahun 2012,” kata Ludijanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/3/2014).
Saat ini, kontribusi penjualan bersih Pan Brother masih didominasi oleh bisnis garmen yang mengeskpor ke negara Amerika Serikat, Eropan, Asia, dan negara lainnya.
Dia melanjutkan, pada penjualan ekspor, garmen masih menjadi pemimpin pasar yakni sekitar USD315,8 juta. Sementara penjualan ekspor tekstil berkontribusi sebesar USD9,1 juta dan penjualan lokal tekstil menyumbang USD14,6 juta.
Ludijanto mengungkap, laba bersih perseroan mengalami peningkatan 50,7 persen dari USD6,9 juta pada 2012 menjadi USD10,48 juta di 2013. Laba kotor perseroan juga naik dari USD31,7 juta menjadi USD41,8 juta. Sedangkan aset perseroan tercatat sebesar USD169,6 juta atau naik 14,9 persen dari aset per 31 Desember 2012 sebesar USD147,5 juta.
(gpr)
Lihat Juga :