Digugat Pailit Oleh Maybank, Ini Penjelasan Pan Brothers
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 19:15 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Produsen garmen PT Pan Brothers Tbk (PBRX) kembali mendapat gugatan dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk . Setelah sebelumnya Perseroan mendapatkan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), kali ini PBRX digugat pailit.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/8/2021), Pan Brothers menerima pemberitahuan dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 4 Agustus 2021 bahwa PT Bank Maybank Indonesia Tbk telah mengajukan permohonan pailit terhadap PT Pan Brothers Tbk ke Pengadilan l.
"Perseroan ingin meyakinkan semua pihak bahwa Perseroan akan melakukan segala daya untuk menantang dan menyelesaikan Permohonan Kepailitan ini untuk membela hak-hak semua pemangku kepentingan kami, termasuk sebagian besar kreditur kami yang telah mendukung kami selama proses restrukturisasi," tulis keterangan manajemen Pan Brothers.
Baca juga: Penjelasan Telkom ke BEI Ihwal Investasi di TELE yang Pailit
Manajemen PBRX memastikan kegiatan operasional tetap berjalan dengan baik, meskipun menghadapi tantangan yang sulit karena siklus konversi kas yang memanjang di seluruh industri, terutama didorong oleh pandemi Covid-19, dan pengurangan trade lines yang signifikan.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/8/2021), Pan Brothers menerima pemberitahuan dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 4 Agustus 2021 bahwa PT Bank Maybank Indonesia Tbk telah mengajukan permohonan pailit terhadap PT Pan Brothers Tbk ke Pengadilan l.
"Perseroan ingin meyakinkan semua pihak bahwa Perseroan akan melakukan segala daya untuk menantang dan menyelesaikan Permohonan Kepailitan ini untuk membela hak-hak semua pemangku kepentingan kami, termasuk sebagian besar kreditur kami yang telah mendukung kami selama proses restrukturisasi," tulis keterangan manajemen Pan Brothers.
Baca juga: Penjelasan Telkom ke BEI Ihwal Investasi di TELE yang Pailit
Manajemen PBRX memastikan kegiatan operasional tetap berjalan dengan baik, meskipun menghadapi tantangan yang sulit karena siklus konversi kas yang memanjang di seluruh industri, terutama didorong oleh pandemi Covid-19, dan pengurangan trade lines yang signifikan.
Lihat Juga :