Pengusaha keberatan poin royalty dalam renegosiasi

Jum'at, 07 Maret 2014 - 18:56 WIB
Pengusaha keberatan...
Pengusaha keberatan poin royalty dalam renegosiasi
A A A
Sindonews.com - Direktur PT Tanjung Alam Jaya, Noor Cahyono mengungkapkan dari enam poin yang ada dalam nota kesepahaman renegosiasi kontrak pertambangan, poin royalty dan penerimaan terhadap negara menjadi poin yang cukup memberatkan bagi pengusaha.

"Enam poin yang cukup memberatkan itu ya royalty. Tapi kita mau karena kita pengusaha sudah komitmen apapun kondisinya," ujarnya di sela acara penandatanganan tersebut di Kementerian ESDM, Jumat (7/3/2014).

Lebih lanjut Cahyono mengatakan, dengan kondisi seperti ini perusahaannya tetap mencoba untuk survive. Meskipun ia mengatakan perusahaannya mengalami penurunan 30 hingga 40 persen akibat larangan mengekspor mineral mentah tersebut.

"Pemerintah mengeluarkan harga batu bara acuan (HBA). Kalau harga batu bara turun kita ngerasa berat untuk royalti," ungkap Direktur PT Batu Alam Selaras, Eddy Dharmadi, menutup perbincangan.

Sebelumnya, Menteri ESDM, Jero Wacik menegaskan, renegosiasi kontrak pertambangan bukan hal mudah, karena pemerintah perlu melakukan negosiasi cukup alot dengan perusahaan pertambangan. Oleh karenanya, ia menyebutkan, 25 perusahaan yang telah bersedia bernegosiasi ini merupakan pelopor untuk perusahaan lainnya.

Nota kesepahaman tersebut dimaksudkan untuk mengamandemen kontrak karya antara perusahaan tambang batu bara pemegang KK dan PKP2B dengan pemerintah, yang berisi pengurangan dan penyesuaian wilayah kerja pertambangan yang ditetapkan berdasarkan aspek teknis, kelanjutan operasi pertambangan dalam bentuk izin pertambangan khusus, penerimaan negara, PPh, iuran tetap, royalti dan devisa, pengolahan pemurnian hasil pertambangan di dalam negeri, divestasi, dan penggunaan tenaga kerja dan produk dalam negeri.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMA Australia Raih...
BUMA Australia Raih Perpanjangan Kontrak Tambang Blackwater hingga 2030
BUMA Australia Peroleh...
BUMA Australia Peroleh Kontrak Jasa Tambang Saraji Senilai Rp598,7 Miliar
DOID Raih Kontrak Tambang...
DOID Raih Kontrak Tambang Baru di Australia Rp3,22 Triliun
Respons Freeport Indonesia...
Respons Freeport Indonesia Saat Dapat Sinyal Perpanjangan Kontrak Tambang Usai 2041
Kecelakaan Tambang Emas...
Kecelakaan Tambang Emas di Zimbabwe, 13 Penambang Tewas dan 34 Orang Masih Terjebak
Freeport Minta Perpanjangan...
Freeport Minta Perpanjangan Kontrak Tambang Meski 2041 Masih Lama, Begini Kata Menteri ESDM
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
6 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
6 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
7 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
7 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved