Kebutuhan gas industri KIT bakal terpenuhi
Senin, 10 Maret 2014 - 18:56 WIB
Kebutuhan gas industri KIT bakal terpenuhi
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) SBU Wilayah Distribusi II Jawa Timur (Jatim) bakal mengaliri gas bumi ke industri di Kawasan Industri Tuban (KIT). PGN akan memberikan gas bumi sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan perusahaan di wilayah Tuban.
“Kami memiliki komitmen untuk menumbuhkan perekonomian di kawasan Tuban,” kata General Manager PT PGN SBU Distribusi Wilayah II Jatim, Wahyudi A, Senin (10/3/2014).
Untuk mewujudkan itu, PGN memutuskan melakukan kerja sama dengan PT Kawasan Industri Gresik (KIG) yakni pengelola KIT untuk penyaluran gas bumi dan memenuhi kebutuhan industri yang ada. PGN dan KIG telah menandatangani kesepakatan sebagai langkah awal kerja sama yang dijalin.
Kesepakatan awal ini untuk melakukan penjajakan berupa, komunikasi, diskusi, negosiasi dan melakukan kajian-kajian serta saling memberikan informasi mengenai rencana pelaksanaan penyaluran gas bumi.
PGN bermaksud untuk mengembangkan jaringan pipa distribusi dan berkomitmen untuk penyediaan energi gas bumi untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi oleh industri dan pelanggan lainnya. “Kami serius dalam menyalurkan gasa bumi ke kawasan industri,” katanya.
Manager Humas PT PGN SBU Wilayah Distribusi II Jatim, Krisdyan Widagdo mengatakan, dari informasi yang diperoleh, ada tiga industri yang masuk ke KIT. Mereka bakal beroperasi pada 2014/2015. Di antara perusahaan yang akan membutuhkan gas bumi di Tuban adalah, industri baja, cold storage, Gypsum Board, industry hilir aneka kimia, dan sektor komersial seperti rumah sakit.
Melihat fakta ini, kebutuhan gas bumi dikawasan tersebut sangat menjanjikan, apalagi gas bumi merupakan energi yang ramah lingkungan. Saat ini, KIT mempersiapkan lahan seluas 220 hektar dengan perkiraan, jumlah industri yang tertampung sebanyak 150 industri.
“Para Pihak sepakat penyaluran gas bumi ke Kawasan Industri Tuban akan dilaksanakan melalui mekanisme jual beli gas (business to business) antara PGN SBU II dan KIG,” katanya.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Gresik, Sugeng Raharjo mengatakan, pada 2014/2015 ada dua investor yang akan melakukan konstruksi pabriknya di kawasan KIT. Dengan melakukan kerja sama, maka kebutuhan gas bumi di area tersebut bisa terpenuhi.
“Saya berharap kebutuhan gas bumi dua investor tersebut bisa dipenuhi. Baik dengan sistem perpipaan, CNG trucking, maupun mother station,” ujar Sugeng Rahardjo.
Untuk itu, PGN diharapkan segera menyelesaikan pengembangan-pengembangan infrastruktur ke wilayah-wilayah baru, baik di Gresik maupun Tuban. Jika sudah terpasang, maka pasokan gas bumi yang melimpah di provinsi Jatim bisa dioptimalkan untuk pelayanan pada calon pelanggan baru. Sebab, banyak masyarakat yang ingin menikmati aliran gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga.
Peluang ini menunjukan progres positif dalam jualan yang dilakukan PGN. Pihak PGN harus jeli dan serius serta meningkatkan pelayanan supaya konsumen terpuaskan.
“Kami memiliki komitmen untuk menumbuhkan perekonomian di kawasan Tuban,” kata General Manager PT PGN SBU Distribusi Wilayah II Jatim, Wahyudi A, Senin (10/3/2014).
Untuk mewujudkan itu, PGN memutuskan melakukan kerja sama dengan PT Kawasan Industri Gresik (KIG) yakni pengelola KIT untuk penyaluran gas bumi dan memenuhi kebutuhan industri yang ada. PGN dan KIG telah menandatangani kesepakatan sebagai langkah awal kerja sama yang dijalin.
Kesepakatan awal ini untuk melakukan penjajakan berupa, komunikasi, diskusi, negosiasi dan melakukan kajian-kajian serta saling memberikan informasi mengenai rencana pelaksanaan penyaluran gas bumi.
PGN bermaksud untuk mengembangkan jaringan pipa distribusi dan berkomitmen untuk penyediaan energi gas bumi untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi oleh industri dan pelanggan lainnya. “Kami serius dalam menyalurkan gasa bumi ke kawasan industri,” katanya.
Manager Humas PT PGN SBU Wilayah Distribusi II Jatim, Krisdyan Widagdo mengatakan, dari informasi yang diperoleh, ada tiga industri yang masuk ke KIT. Mereka bakal beroperasi pada 2014/2015. Di antara perusahaan yang akan membutuhkan gas bumi di Tuban adalah, industri baja, cold storage, Gypsum Board, industry hilir aneka kimia, dan sektor komersial seperti rumah sakit.
Melihat fakta ini, kebutuhan gas bumi dikawasan tersebut sangat menjanjikan, apalagi gas bumi merupakan energi yang ramah lingkungan. Saat ini, KIT mempersiapkan lahan seluas 220 hektar dengan perkiraan, jumlah industri yang tertampung sebanyak 150 industri.
“Para Pihak sepakat penyaluran gas bumi ke Kawasan Industri Tuban akan dilaksanakan melalui mekanisme jual beli gas (business to business) antara PGN SBU II dan KIG,” katanya.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Gresik, Sugeng Raharjo mengatakan, pada 2014/2015 ada dua investor yang akan melakukan konstruksi pabriknya di kawasan KIT. Dengan melakukan kerja sama, maka kebutuhan gas bumi di area tersebut bisa terpenuhi.
“Saya berharap kebutuhan gas bumi dua investor tersebut bisa dipenuhi. Baik dengan sistem perpipaan, CNG trucking, maupun mother station,” ujar Sugeng Rahardjo.
Untuk itu, PGN diharapkan segera menyelesaikan pengembangan-pengembangan infrastruktur ke wilayah-wilayah baru, baik di Gresik maupun Tuban. Jika sudah terpasang, maka pasokan gas bumi yang melimpah di provinsi Jatim bisa dioptimalkan untuk pelayanan pada calon pelanggan baru. Sebab, banyak masyarakat yang ingin menikmati aliran gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga.
Peluang ini menunjukan progres positif dalam jualan yang dilakukan PGN. Pihak PGN harus jeli dan serius serta meningkatkan pelayanan supaya konsumen terpuaskan.
(gpr)
Lihat Juga :