Irak siap pasok minyak dan bangun kilang di Indonesia
Selasa, 11 Maret 2014 - 17:35 WIB
Irak siap pasok minyak dan bangun kilang di Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Investor Irak tertarik berinvestasi di bidang perminyakan dengan memasok minyak mentah untuk kilang di Indonesia guna memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Menteri ESDM Jero Wacik dan Wakil Perdana Menteri Irak belum lama ini, telah dilakukan kerja sama LOI (letter of intens) pasokan minyak mentah untuk kilang Indonesia di Kuta, Selasa (11/3/2014).
Penandatangan kerja sama pemerintah Indonesia dan Irak diwakili Dirjen Migas Edy Hermantoro dan Director General of Midland Oil Company Irak Delman N Abullah di Hotel Bintang Ramada Kuta.
Usai menyaksikan penandatangan kerja sama dua negara itu, Menteri Jero Wacik menegaskan, kedua belah pihak sepakat membuka pintu lebar untuk arus investasi dan kerja sama bidang perminyakan.
Indonesia telah diberikan kesempatan berinvetasi melakukan pengeboran di Irak yang dilakukan Pertamina. Begitu juga, perusahaan swasta nasional lainnya diberi kesempatan berinvestasi di Irak melakukan ekplorasi minyak.
Tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, Irak berminat investasi di Indonesia dengan memasok minyak mentah untuk pembangunan kilang minyak baru.
"Kita ingin membuat kilang BMM, untuk memenuhi kebutuhan 240 juta penduduk Indonesia seiring dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang makin naik," imbuh Jero.
Mengutip dari survei, Jero menyebut angka penduduk yang naik kelas menengah di Tanah Air mencapai 50 juta orang. Indikatornya, bisa dilihat kemacetan lalu lintas di kota-koat akibat makin banyaknya pemilik sepeda motor dan mobil.
Jero menegaskan, pentingnya Indonesia ke depan untuk membangun kilang minyak dan harus ada upaya untuk mengurangi impor BBM. "Itu meniscayakan, kalau kita impor terus BBM bisa makin mahal dan langka, kalau terjadi apa-apa dengan negera pengimpor, repot kita," pungkas dia.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Menteri ESDM Jero Wacik dan Wakil Perdana Menteri Irak belum lama ini, telah dilakukan kerja sama LOI (letter of intens) pasokan minyak mentah untuk kilang Indonesia di Kuta, Selasa (11/3/2014).
Penandatangan kerja sama pemerintah Indonesia dan Irak diwakili Dirjen Migas Edy Hermantoro dan Director General of Midland Oil Company Irak Delman N Abullah di Hotel Bintang Ramada Kuta.
Usai menyaksikan penandatangan kerja sama dua negara itu, Menteri Jero Wacik menegaskan, kedua belah pihak sepakat membuka pintu lebar untuk arus investasi dan kerja sama bidang perminyakan.
Indonesia telah diberikan kesempatan berinvetasi melakukan pengeboran di Irak yang dilakukan Pertamina. Begitu juga, perusahaan swasta nasional lainnya diberi kesempatan berinvestasi di Irak melakukan ekplorasi minyak.
Tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, Irak berminat investasi di Indonesia dengan memasok minyak mentah untuk pembangunan kilang minyak baru.
"Kita ingin membuat kilang BMM, untuk memenuhi kebutuhan 240 juta penduduk Indonesia seiring dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang makin naik," imbuh Jero.
Mengutip dari survei, Jero menyebut angka penduduk yang naik kelas menengah di Tanah Air mencapai 50 juta orang. Indikatornya, bisa dilihat kemacetan lalu lintas di kota-koat akibat makin banyaknya pemilik sepeda motor dan mobil.
Jero menegaskan, pentingnya Indonesia ke depan untuk membangun kilang minyak dan harus ada upaya untuk mengurangi impor BBM. "Itu meniscayakan, kalau kita impor terus BBM bisa makin mahal dan langka, kalau terjadi apa-apa dengan negera pengimpor, repot kita," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :