Bangun kilang minyak, RI butuh investasi Rp90 T
Selasa, 11 Maret 2014 - 17:47 WIB
Bangun kilang minyak, RI butuh investasi Rp90 T
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah telah mendorong investasi pembangunan kilang minyak baru di Kalimantan Timur (Kaltim) yang diperkirakan menelan investasi Rp90 triliun lebih.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengatakan, beberapa perusahaan minyak asing dan nasional yang tertarik berinvestasi dalam pembangunan kilang baru dipersilakan secepatnya mengajukan proposal ke pemerintah.
Saat ini, investor yang tertarik berinvetasi untuk memasok minyak mentah dan membangun kilang baru di Tanah Air adalah perusahaan minyak asal Irak.
"Kita terus dorong, kalau bisa membuat kilang minyak, paling tidak 2x 300 ribu barel per hari. Sebab kita tengah menghadapi kebutuhan BBM yang terus meningkat," kata Jero usai penandatanganan kesepakatan Indonesia dan Irak kerjasama LOI (letter of intens) pasokan minyak mentah untuk kilang Indonesia di Kuta, Selasa (11/3/2014).
Dalam penandatanganan kerja sama itu, Indonesia diwakili Dirjen Migas Eddy Hermantoro dan dari Irak diwakili Delman N Abdullah selaku Director General of Midlands Oil Company.
Jero mengatakan, untuk lokasi kilang baru telah disiapkan tanah di Kaltim dan akan terus dicari tanah-tanah lainnya untuk pembangunan kilang minyak baru.
"Kita punya tanah, kita akan permudah izinnya, sehingga kita dapat kilangnya jangan sampai dipersulit, nanti keburu langka minyak kita," ujarnya.
Sampai saat ini, Irak sebagai negara produsen telah siap menyuplai minyak mentah, begitu juga Arab Saudi yang telah menawarkan diri untuk menyuplai hingga 300 ribu barel per hari.
"Untuk pembangunan kilang baru, dibutuhkan investasi Rp90 triliun, berapa persisnya Pertamina nanti yang hitung," imbuh dia.
Dari semua kilang minyak yang ada, Indonesia saat ini baru mampu memproduksi sekitar 820 ribu barel per hari. Hal itu juga disebabkan, tersendatnya produksi kilang minyak di Cepu yang sedianya diharapkan bisa menambah 150 ribu barel.
Jero berharap kilang minyak Cepu bisa berproduksi lagi pada 2015. Sehingga bisa menambah produksi total di Indonesia hingga 1 Juta barel per hari. Jumlah itu masih kurang untuk mencukupi kebutuhan BBM di Indonesia yang besarnya mencapai 1,5 juta barel per hari.
"Supaya Indonesia tidak mengimpor BBM terus, maka dari itu dibutuhkan adanya kilang minyak ini," pungkas Jero.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengatakan, beberapa perusahaan minyak asing dan nasional yang tertarik berinvestasi dalam pembangunan kilang baru dipersilakan secepatnya mengajukan proposal ke pemerintah.
Saat ini, investor yang tertarik berinvetasi untuk memasok minyak mentah dan membangun kilang baru di Tanah Air adalah perusahaan minyak asal Irak.
"Kita terus dorong, kalau bisa membuat kilang minyak, paling tidak 2x 300 ribu barel per hari. Sebab kita tengah menghadapi kebutuhan BBM yang terus meningkat," kata Jero usai penandatanganan kesepakatan Indonesia dan Irak kerjasama LOI (letter of intens) pasokan minyak mentah untuk kilang Indonesia di Kuta, Selasa (11/3/2014).
Dalam penandatanganan kerja sama itu, Indonesia diwakili Dirjen Migas Eddy Hermantoro dan dari Irak diwakili Delman N Abdullah selaku Director General of Midlands Oil Company.
Jero mengatakan, untuk lokasi kilang baru telah disiapkan tanah di Kaltim dan akan terus dicari tanah-tanah lainnya untuk pembangunan kilang minyak baru.
"Kita punya tanah, kita akan permudah izinnya, sehingga kita dapat kilangnya jangan sampai dipersulit, nanti keburu langka minyak kita," ujarnya.
Sampai saat ini, Irak sebagai negara produsen telah siap menyuplai minyak mentah, begitu juga Arab Saudi yang telah menawarkan diri untuk menyuplai hingga 300 ribu barel per hari.
"Untuk pembangunan kilang baru, dibutuhkan investasi Rp90 triliun, berapa persisnya Pertamina nanti yang hitung," imbuh dia.
Dari semua kilang minyak yang ada, Indonesia saat ini baru mampu memproduksi sekitar 820 ribu barel per hari. Hal itu juga disebabkan, tersendatnya produksi kilang minyak di Cepu yang sedianya diharapkan bisa menambah 150 ribu barel.
Jero berharap kilang minyak Cepu bisa berproduksi lagi pada 2015. Sehingga bisa menambah produksi total di Indonesia hingga 1 Juta barel per hari. Jumlah itu masih kurang untuk mencukupi kebutuhan BBM di Indonesia yang besarnya mencapai 1,5 juta barel per hari.
"Supaya Indonesia tidak mengimpor BBM terus, maka dari itu dibutuhkan adanya kilang minyak ini," pungkas Jero.
(izz)
Lihat Juga :