Pefindo kerek peringkat Bank DKI jadi AA-
Rabu, 12 Maret 2014 - 15:31 WIB
Pefindo kerek peringkat Bank DKI jadi AA-
A
A
A
Sindonews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Bank DKI dan Obligasi VI/2011, yang belum jatuh tempo menjadi idAA- dari idA+.
Selain itu, Pefindo juga menaikkan peringkat Obligasi Subordinasi II/2011 yang belum jatuh tempo dari idA menjadi idA+. Adapun, prospek dari peringkat bank pembangunan daerah di DKI Jakarta tersebut adalah stabil.
Analis Pefindo Dyah Puspita Rini mengatakan, peringkat itu mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham pengendali ban, yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di samping itu, juga didukung pasar captive bank di provinsi DKI Jakarta dan profil likuiditas bank yang kuat.
"Akan tetapi peringkat tersebut dibatasi tingkat profitabilitas yang moderat dan sumber pendanaan yang relatif terkonsentrasi," kata dia dalam keterangannya, Rabu (12/3/2014).
Mengenai Obligasi VI/2011 seri A senilai Rp125 miliar akan jatuh tempo pada 17 Juni 2014. Pefindo menilai bahwa Bank DKI mampu melunasi kewajibannya tersebut menggunakan arus kas yang dihasilkan dan aset likuidnya, dengan penempatan di bank lain mencapai Rp4,2 triliun per 31 Desember 2013.
Sementara itu, Pefindo pada saat yang sama merevisi prospek peringkat PT Bank Sumut menjadi negatif dari stabil lantaran melemahnya kualitas aset bank untuk hampir seluruh kategori aset.
Peringkat bank dan Obligasi III/2011 yang belum jatuh tempo di idA+ dan peringkat idA untuk Obligasi Subordinasi I/2011. Analis Pefindo lainnya Hotma Parulian Manalu menuturkan, peringkat bank dapat diturunkan jika indikator kualitas asetnya tidak membaik dalam waktu dekat.
"Peringkat mencerminkan pasar captive bank di provinsi Sumatera Utara dan rentabilitas yang kuat, namun peringkat dibatasi permodalan bank yang moderat dan kualitas aset yang lemah," ujar dia.
Selain itu, Pefindo juga menaikkan peringkat Obligasi Subordinasi II/2011 yang belum jatuh tempo dari idA menjadi idA+. Adapun, prospek dari peringkat bank pembangunan daerah di DKI Jakarta tersebut adalah stabil.
Analis Pefindo Dyah Puspita Rini mengatakan, peringkat itu mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham pengendali ban, yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di samping itu, juga didukung pasar captive bank di provinsi DKI Jakarta dan profil likuiditas bank yang kuat.
"Akan tetapi peringkat tersebut dibatasi tingkat profitabilitas yang moderat dan sumber pendanaan yang relatif terkonsentrasi," kata dia dalam keterangannya, Rabu (12/3/2014).
Mengenai Obligasi VI/2011 seri A senilai Rp125 miliar akan jatuh tempo pada 17 Juni 2014. Pefindo menilai bahwa Bank DKI mampu melunasi kewajibannya tersebut menggunakan arus kas yang dihasilkan dan aset likuidnya, dengan penempatan di bank lain mencapai Rp4,2 triliun per 31 Desember 2013.
Sementara itu, Pefindo pada saat yang sama merevisi prospek peringkat PT Bank Sumut menjadi negatif dari stabil lantaran melemahnya kualitas aset bank untuk hampir seluruh kategori aset.
Peringkat bank dan Obligasi III/2011 yang belum jatuh tempo di idA+ dan peringkat idA untuk Obligasi Subordinasi I/2011. Analis Pefindo lainnya Hotma Parulian Manalu menuturkan, peringkat bank dapat diturunkan jika indikator kualitas asetnya tidak membaik dalam waktu dekat.
"Peringkat mencerminkan pasar captive bank di provinsi Sumatera Utara dan rentabilitas yang kuat, namun peringkat dibatasi permodalan bank yang moderat dan kualitas aset yang lemah," ujar dia.
(rna)
Lihat Juga :