Hippi desak pemerintah berlakukan SNI perdagangan

Senin, 17 Maret 2014 - 20:28 WIB
Hippi desak pemerintah...
Hippi desak pemerintah berlakukan SNI perdagangan
A A A
Sindonews.com - Ketua Bidang Perdagangan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi), Hardini Puspasari mengatakan, membanjirnya produk-produk impor dengan harga murah, dipastikan semakin menekan pertumbuhan dan perkembangan sektor usaha di dalam negeri.

Pihaknya mendesak pemerintah untuk segera memberlakukan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi sektor perdagangan. Langkah ini untuk memberikan perlindungan terhadap produk-produk dalam negeri.

"Hippi mendesak pemerintah, khususnya Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian untuk segera memberlakukan sertifikasi SNI bagi produk-produk dalam negeri," kata dia dalam rilisnya, Senin (17/3/2014).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, hingga November 2013 pemerintah mengimpor bahan pokok sebanyak 17 juta ton senilai Rp105 triliun. Padahal, sebagian besar impor tersebut merupakan bahan pokok yang bisa diproduksi pengusaha dalam negeri. Seperti beras, kentang, jagung, cengkeh, kopi, teh, garam, dan cabai.

"Namun rupanya, pemerintah lebih memilih untuk mengimpor. Bayangkan jika dana sebesar itu bisa diputar di dalam negeri melalui usaha anggota Hippi, multiplier effects-nya pasti sangat signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," jelas Hardini.

Saat ini, kata dia, Hippi berkekuatan empat juta anggota dan merupakan organisasi yang mewadahi pengusaha pribumi Indonesia, memiliki perwakilan di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Sebagian besar anggota Hippi bergerak pada skala UKM sebagai pilar utama ekonomi Indonesia.

Sebagai organisasi yang mengusung ekonomi kebangsaan, pihaknya dalam berbagai aktivitas terus memperjuangkan agar produk Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu menembus pasar luar negeri.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inaplas Dukung Langkah...
Inaplas Dukung Langkah BSN Hapus SNI Lama demi Kepastian Hukum Industri Pipa
Tak Keberatan, Pengusaha...
Tak Keberatan, Pengusaha Sebut Label SNI Jadi Jaminan Mutu Masker
Peluncuran Pembinaan...
Peluncuran Pembinaan UMK Lewat Aplikasi SNI Bina-UMK
Masker Kain Wajib SNI...
Masker Kain Wajib SNI Harus Dibarengi Bantuan ke Pedagang Kecil
Masker Kain Bakal Wajib...
Masker Kain Bakal Wajib SNI, Gini Lho Cara Mengurusnya
Punya Banyak Warna,...
Punya Banyak Warna, Helm CFM dan YRH Series Diperkenalkan
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
1 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
2 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
3 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
4 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
5 jam yang lalu
Infografis
Lawan AS, Desak Eropa...
Lawan AS, Desak Eropa Ganti Jet Tempur Siluman F-35 dengan Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved